KEAMANAN YIA DIRANCANG BERSTANDAR DUNIA-Drone dan Balon Udara Ancaman Paling Serius

TEMON (MERAPI)- Berdasar asesmen yang dilakukan terhadap Yogyakarta International Airport (YIA) di Kecamatan Temon, Kulonprogo, kondisi bandara internasional baru ini dinilai aman dan normal. Ancaman yang paling mungkin timbul dan dianggap mengganggu keamanan YIA hanyalah keberadaan drone dan balon udara.
Kendati demikian, penjagaan keamanan di YIA tetap dilakukan dengan membentuk Airport Security Commitee (ASC). Komite ini bahkan menggandeng Airport Council International (ACI) untuk mempercepat pemahaman atas berlakunya ASC.
Vice President ASC YIA, Doni Subardono menyampaikan, ASC berisi sejumlah pihak terkait mulai dari TNI, Polri, Satradar, BIN, BNN hingga petugas imigrasi, karantina, kesehatan, pemerintah dan airlines. Dalam rapat yang digelar di Kantor PP KSO YIA, Jumat (30/8), para anggota ASC diberi gambaran tentang apa yang berlaku di airport kelas dunia.
“Terutama tentang peranan komite terhadap penjagaan keamanan bandara,” kata Doni.

Dijelaskannya, YIA merupakan bandara baru sehingga komitenya harus berisi orang-orang baru. Kerjasama kemudian dijalin dengan ACI guna mempercepat pemahaman. Apa yang berlaku di dunia, akan diberlakukan pula di YIA.
“Kalau bandara di Kulonprogo ini mau disamakan kelasnya dengan dunia, kita harus berkomitmen terkait penjagaan keamanan sesuai bandara kelas dunia,” ucapnya.
Hasil asesmen terakhir menyebutkan, keamanan di Kulonprogo masih dinilai normal. Gangguan yang mungkin timbul adalah keberadaan drone dan balon udara. Doni menilai, hal ini dikarenakan faktor ketidakpahaman masyarakat sehingga kegiatan drone dan balon udara bisa mengganggu proses take off dan landing pesawat.
Sementara untuk ancaman serius, sejauh ini belum ada catatan. Ancaman yang tercatat di kepolisian hanyalah kasus penembakan yang terjadi di dealer motor dan pos polisi, namun tidak mempengaruhi kondisi YIA. Begitu juga dengan ancaman gangguan burung, hingga kini belum ada laporan. Meski demikian, hal ini tetap menjadi perhatian, kemudian dibentuk komite gangguan burung di YIA.

Ditanya terkait keberadaan tambak udang di pesisir pantai selatan YIA, menurut Doni tidak berkaitan langsung dengan keamanan. Sebaliknya, akan dibentuk budaya keamanan dengan menjadikan tambak udang deteksi awal adanya gangguan keamanan. Keberadaan tambak udang juga bukan merupakan kewenangan ASC karena berada di luar IPL YIA.
“Hal yang penting saat ini adalah membangun budaya keamanan dengan cara peduli lingkungan dan melapor ke pihak berwajib jika ada hal yang mencurigakan. Membangun budaya keamanan ini memang tidak mudah, butuh waktu 2-3 tahun, namun tetap harus dimulai sekarang melalui pelatihan dan pertemuan,” jelasnya.
Team Leader ACI sekaligus HEAD of Security and Emergency Planning Brisbane Airport Corporation, Brisbane Australia, Mr Gary Bowden menyampaikan, anggota komite harus berkomitmen untuk berbuat sesuatu untuk menjamin keamanan YIA. Di airport dunia, anggota komite terdiri dari pejabat tertinggi unit kerja masing-masing, agar saat digelar rapat bisa berkontribusi menyumbang pemikiran terkait penjagaan keamanan.

“Kita harus punya gambaran untuk membuat ASC menjadi lebih baik. Pertama, sebaiknya buat catatan agenda rapat terkait perkembangan ancaman dari unit masing-masing, terutama daerah sekitar bandara,” kata Mr Gary dalam Bahasa Inggris.
Kemudian, para anggota komite perlu membuat asesmen, apa saja risiko dan ancaman terbesar yang mungkin terjadi. Perlu dibuat peta risiko yang mungkin terjadi, terutama risiko paling tinggi.
“Dari militer seperti kepolisian, intelejen, kalau ada ancaman di area regional boleh diangkat ke komite. Nanti kemudian diambil atau digabungkan informasi dari dalam airport dan dari struktur organisasi,” jelasnya.

Tugas ASC, lanjut Mr Gary, adalah menggabungkan penilaian ancaman masing-masing yang terkait operasional bandara. Tentunya bukan seluruh kerawanan yang dibicarakan, tapi hanya 3-5 ancaman terbesar dan paling mendekati, karena sebenarnya ancaman bandara bukan hanya ditujukan ke pimpinannya saja, namun juga PT Angkasa Pura I dan komite.
“Kami sarankan, pertemuan tidak hanya digelar saat rapat rutin saja, namun juga meliputi perubahan aturan dan adanya insiden. Seluruh anggota harus siap menghadiri pertemuan untuk mengatasi persoalan itu,” jelasnya. (Unt)

Read previous post:
MANFAATKAN BUBUK KAYU MANIS-Bantu Usir Semut di Media Tanam Anggrek

SEBAGIAN jenis tanaman masih populer di kalangan pecinta tanaman hias. Satu di antaranya anggrek yang masih tetap punya banyak penggemar

Close