KETIPU INVESTASI RP 2,7 MILIAR- Korban Desak Dua Tersangka Ditahan


 Kuasa hukum korban, Sudjadi Wisnumurti (kiri) didampingi Safiuddin saat memberi keterangan pers. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Kuasa hukum korban, Sudjadi Wisnumurti (kiri) didampingi Safiuddin saat memberi keterangan pers. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

SLEMAN (MERAPI) – Seorang pengusaha muda, Tito Sudarmanto mendesak kepolisian untuk segera menahan tersangka AP, marketing dan DR, project director perusahaan properti PT APP. Pasalnya korban sebagai pengembang apartemen merasa ketipu investasi senilai Rp 2,7 miliar setelah perjanjian diputus sepihak.

“Selain melaporkan AP kami juga mempolisikan project director PT APP berinisial DR. Sebagai seorang project director, kami menganggap ia mengetahui serta turut andil dalam kasus penipuan dan penggelapan terhadap korban Tito,” ujar kuasa hukum korban, R Sudjadi Wisnumurti SH didampingi Safiuddin SH kepada wartawan, Jumat (30/8).

Sampai saat ini surat tembusan dari pihak kepolisian telah disampaikan kepada pelapor atau korban. Tetapi hingga saat ini para pelaku belum ditahan dan masih bebas melakukan aktivitas.

Melihat hal itu, pihak kuasa hukum pelapor khawatir dengan tidak dilakukannya penahanan dikhawatirkan akan mengulangi perbuatannya dan menghilangkan barang bukti. Apalagi salah satu tersangka AP berdomisili di Surabaya sehingga bila tak ditahan akan mempersulit penanganan perkara.

Seperti diketahui, kasus yang menimpa Tito saat menginvestasikan uangnya dalam bidang properti. Saat itu Tito diminta membeli 120 unit apartemen di kawasan Sinduadi Mlati Sleman oleh AP. Dalam pembelian apartemen korban membayar DP sebesar Rp 1,8 miliar dengan membuat perikatan perjanjian beserta nota pembayaran yang dilakukan pada tahun 2019.

Tetapi setelah beberapa bulan berjalan tiba-tiba PT APP memutus perjanjian secara sepihak. Saat korban menanyakan perihal pemutusan kontrak justru mendapat surat penghapusan uang yang telah dibayarkan. Bahkan uang investasi Tito dianggap hangus menolak menandatangani Surat Pemesanan Pembelian Unit (SPPU).

Dari penghapusan perjanjian sepihak tersebut membuat Tito merasa dirugikan. Karena ia telah berhasil menjual 3 unit apartemen itu senilai Rp 900 juta di mana uangnya telah disetorkan ke pihak PT APP. Dengan pemutusan sepihak membuat Tito mengalami kerugian sebesar Rp 1,8 miliar ditambah lagi Rp 900 juta uang hasil penjualan sehingga total mencapai Rp 2,7 miliar.

Sementara Plt Kasubdit II Harda Direskrimum Polda DIY, Kompol Lupito SH dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kajati DIY menyatakan telah menetapkan dua tersangka yakni AP dan DR. Keduanya disangka telah melakukan tindakan pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana pasal 378 KUHP dan 372 KUHP. (C-5)



Read previous post:
Ayam Bakar Dimadu Bikin Kamu Ketagihan

AYAM Bakar Dimadu, ayam bakar tanpa arang pertama di Indonesia kini hadir di Yogyakarta. Kuliner ini kian digemari semua kalangan.

Close