GEBYAR PAUD KOTA YOGYAKARTA-Ajang Bermain dan Kenalkan Budaya

ANAK-anak usia dini di Kota Yogyakarta memenuhi Gedung Olahraga (GOR) Amongrogo Kamis (29/8). Mereka terlihat asyik bermain dan menunjukkan bakat menari dan menyanyi di atas panggung. Mulai dari berbagai permainan tradisional hingga mengasah kreativitas dengan membuat mainan sendiri. Ya keseruan dan kegemberianan anak-anak itu adalah suasana kegiatan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Yogyakarta 2019.

Seperti yang ditampilkan PAUD Kecamatan Jetis dengan kegiatan membuat mainan dari barang bekas. Anak-anak terlihat antusias mengerjakannya seperti melipat-lipat kertas bekas dan mengelemnya. Kertas-kertas bekas seperti koran atau kertas putih bekas fotokopi dibuat menjadi kipas dan payung.

Salah seorang siswa PAUD Al Ghozali Putra mengaku senang mengikuti kegiatan Gebyar PAUD karena bisa bermain bersama teman-teman. Bahkan membuat mainan sendiri dari kertas bekas. “Senang. Ini bisa buat kipas-kipas,” ujar Putra, kepada Merapi di sela membuat mainan dari kertas.

Hal senda juga disampaikan oleh siswa PAUD lainnya yakni Cindy. Meskipun dalam membuat mainan itu ada bagian-bagian yang dibantu guru PAUD dia merasa senang. “Mudah ini. Cuma dilipat-lipat lalu dilem,” tambah Cindy.

Menurut Koordintor PAUD Kecamatan Jetis, Anita Frelianti SPd tema membuat mainan dari barang-barang bekas dipilih karena untuk mengajak anak peduli lingkungan. Di samping itu untuk mengasah kreativitas anak dan mengenalkan kembali bermain berinteraksi bersama di tengah perkembangan permainan gadget yang kini lebih menarik anak-anak.

“Di lingkungan sehari-sehari banyak sampah yang bisa kita manfaatkan untuk membuat mainan. Misalnya kertas bekas, kardus dan gelas plastik minuman kemasan. Kita ajarkan anak-anak untuk bisa membuat mainan sendiri dari barang bekas,” terang Anita.

Dia mencontohkan untuk kardus bekas bisa dibuat menjadi mainan rumah-rumahan dan kompor. Sedangkan gelas bekas kemasan minuman menjadi mainan telepon yang dihubungkan dengan tali. Diharapkan melalui edukasi itu anak-anak bisa mengasah kreativita membuat mainan sendiri dari barang bekas di rumah. “Orangtua juga harus mendamping anak-anak. Bukan bermain gadget juga,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Paud Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta Sugeng Mulyo Subono menjelaskan Gebyar PAUD adalah kegiatan tahunan untuk mempertemukan anak-anak PAUD dan lembaga PAUD di Kota Yogyakarta dalam suasana gembira. Perwakilan PAUD dari 14 kecamatan tampil dengan kemampuan dan kreativitas sesuai tema yang ditetapkan.

“Tahun ini kami mengambil tema budaya misalnya lewat permainan tradisional seperti engklek, egrang, bakiak dan dakon. Kemajuan tidak pada teknologi tapi juga budaya juga harus ditanamkan dan menjadi bagian pendidikan karakter,” papar Sugeng.

Diharapkan pengelolaan PAUD bisa meningkat kualitasnya dan guru bisa memahami kebutuhan anak-anak. Dia menyebut semua anak-anak PAUD di Kota Yogyakarta hampir semua terlayani PAUD karena jumlah lembaganya sudah cukup banyak.(Tri)

Read previous post:
32 Kloter Jemaah Haji Gelombang II Terima Fasilitas EYAB

MADINAH (MERAPI)- Setelah jemaah haji gelombang I yang mendapatkan fasilitas mewah pemulangan jemaah haji melalui sistem EYAB dari Bandara King

Close