SEBELUM DITETAPKAN TERSANGKA- Forpi Desak ASN Mengundurkan Diri


Baharuddin Kamba SH (Merapi-Istimewa)
Baharuddin Kamba SH (Merapi-Istimewa)

YOGYA (MERAPI) – Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta mengusulkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengajukan pensiun dini atau mengundurkan diri sebagai ASN sebelum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada proyek rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Soepomo Yogyakarta.

Usulan Forpi Kota Yogyakarta ini disampaikan terkait dengan disitanya uang Rp 130 juta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan penggeledahan di rumah Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) ALN, pada Selasa 20 Agustus lalu.

Tetapi apakah uang Rp 130 juta itu ada kaitannya dengan kasus yang sedang ditangani oleh KPK atau uang yang berasal dari pihak lain sebelum kasus ini terungkap, masih belum jelas. “Hal ini kita percayakan saja kepada KPK. Tentunya KPK tidak sembarangan dalam menangani sebuah kasus korupsi apalagi Operasi Tangkap Tangkap Tangan (OTT),” ujar Koordinator Forpi Kota Yogya, Baharuddin Kamba SH kepada wartawan, Minggu (25/8).

Untuk itu, usulan ASN Pemerintah Kota Yogyakarta agar mengundurkan diri atau mengajukan pensiun dini sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK agar hak-hak berupa dana pensiun masih didapatkan. Selama menjalani proses hukum dana tersebut setidaknya dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Hal ini penting sebagai antisipasi jika nantinya ada oknum ASN di lingkungan Pemkot Yogyakarta ditetapkan sebagai tersangla oleh KPK, tetapi tidak mengajukan pensiun dini atau mengundurkan diri terlebih dulu maka bisa jadi hak-haknya hilang semua.

Jangan sampai sudah puluhan tahun mengabdi sebagai ASN tetapi tidak dapat satu rupiahpun karena tidak mengajukan pensiun dini sebelum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi, misalnya,” tegas Baharuddin. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
GUGATAN SOAL FEE RP 300 JUTA- Tergugat Nilai Gugatan Mengada-ada

GONDOKUSUMAN (MERAPI) - Sidang gugatan seorang kontraktor bernama Andreas Budisusetia terhadap warga Indonesia keturunan Belanda, Bontje Adrian Johan terus bergulir

Close