Pemain Baru Menangkan PSIM atas Persiba

Pemain PSIM, Syaiful Indra Cahya melakukan selebrasi bersama rekan satu tim seusai membobol gawang Persiba. (HARIAN MERAPI-BENI WIDYASWORO)

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Kehadiran pemain baru di skuad PSIM Yogya memberi sumbangsih yang berharga. Pada laga perdana putaran kedua Liga 2 2019 menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Mandala Krida, Yogya, Kamis (22/8) sore, dua pemain baru, Saldi Amirudin dan Syaiful Indra Cahya memberi kemenangan bagi skuad Laskar Mataram.

Bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya, PSIM langsung bermain agresif di awal pertandingan. Bahkan ketika laga baru bergulir empat menit, PSIM sudah unggul lewat tandukan Saldi Amirudin memanfaatkan umpan dari sisi kiri Ichsan Pratama.
Unggul satu gol membuat kepercayaan diri Cristian Gonzales dan kawan-kawan meningkat. Hal itu terbukti dengan sejumlah tekanan yang dilancarkan tuan rumah ke jantung pertahanan tim Beruang Madu.
Memasuki menit 19, PSIM mampu menggandakan keunggulan. Melalui eksekusi bola mati, pemain baru lainnya yang dimiliki PSIM, Syaiful Indra Cahya membobol gawang Persiba yang dikawal Ferdiansyah. Tendangan melengkungnya tak mampu dijangkau Ferdiansyah yang bersarang di pojok kanan gawnag.

Merasa unggul dua gol, PSIM mulai menurunkan tempo permainan. Hal itu justru mampu dimanfaatkan tim tamu untuk berbalik menekan. Pada menit 27, Persiba mampu memperkecil kedudukan. Memanfaatkan kemelut di depan gawang PSIM, bek senior Persiba, Taufik Kasrun menipiskan ketinggalan.

Hanya selisih satu gol, Persiba mulai berani keluar menekan. PSIM yang di awal pertandingan bermain agresif, terlihat kewalahan dalam menahan gempuran Persiba. Beberapa kali I Putu Pager harus melakukan penyelamatan untuk menghalau ancaman dari Persiba. Skor 2-1 untuk PSIM bertahan hingga babak pertama berakhir.

Usai jeda turun minum, Persiba terlihat lebih leluasa dalam mengembangkan permainan. Melalui tusukan dari sayap, Beni Oktavianus sempat membahayakan gawang PSIM. Tim tuan rumah berusaha untuk meladeni permainan terbuka dari Persiba tapi serangan PSIM masih mudah dibaca barisan pertahanan lawan.

Aliran-aliran bola yang dilancarkan PSIM kurang berjalan dengan baik. Justru Persiba yang mampu bermain efektif lewat umpan-umpan terobosan dari tengah maupun sayap. Jelang babak kedua selesai, Persiba nyaris menyamakan skor andai sontekan Beni Oktavianus tak membentur tiang gawang PSIM. Keunggulan PSIM 2-1 mengakhiri pertandingan.

Hasil itu mengantarkan PSIM untuk sementara nangkring di peringkat pertama klasemen Liga 2 Grup Timur dengan 21 poin, sedangkan posisi kedua ditempati Persis Solo dengan 19 poin.

Pelatih PSIM, Aji Santoso bersyukur dengan hasil yang didapat timnya pada laga kali ini. “Terpenting di sini kami bisa mengamankan tiga poin saat bermain di kandang. Apalagi ini pertandingan pertama di putaran kedua. Memang saya akui permainan juga belum maksimal karena 5 pemain baru yang diturunkan juga baru pertama kali main. Sebelumnya hanya latihan, itu pun baru sekali. Jadi wajar kalau mainnya belum maksimal,” tuturnya.

Disebutkan Aji, beberapa pemain baru, baik Witan Sulaiman, Syaiful Indra Cahya, Sutanto Tan, Hendra Wijaya, Saldi Amirudin masih butuh adaptasi untuk memberikan penampilan terbaik. “Seperti Witan tadi juga belum 100 persen. Menit 70 dia sudah habis. Saya maklum karena dia belum pernah main di kompetisi, kan sebelumnya hanya berlatih sendiri. Untuk Syaiful tadi juga mengeluhkan sakit dan harus diganti,” ujarnya.

Mantan pelatih Timnas U-23 Indonesia itu menambahkan, Persiba merupakan tim yang bagus ketika menunjukkan perlawanan sengit, terutama pada babak kedua. “Babak pertama anak-anak punya motivasi tinggi dan bisa cetak dua gol. Namun saat unggul dua gol, tempo malah turun. Di babak kedua lawan lebih banyak menekan. Memang tim yang melawan PSIM saat ini punya motivasi berlipat karena tahu kekuatannya berbeda,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persiba, Jarot Supriyadi mengungkapkan bahwa pertandingan tersebut berjalan dengan baik. “Cukup bagus sebenarnya pertandingannya. Kami mampu menguasai pertandingan, terutama di babak kedua ya. Di babak pertama kami memang kecolongan dengan dua gol cepat PSIM. Ya memang mereka punya banyak pemain bagus dan kami mewaspadai itu. Tapi hasil akhir seringkali bergantung pada keberuntungan. Ketika kami sempat mendapat peluang emas, kami tak beruntung sehingga harus kalah,” ungkapnya. (Oro)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Empon-empon Bantu Perekonomian Warga Hargowilis

BERKAT kejeliannya memanfaatkan tanaman di lingkungan sekitar, Maryam (49) kini meraup keuntungan. Warga Dusun Bibis, Hargowilis Kokap, Kulonprogo ini berhasil

Close