PNS Pelaku Penipuan Terancam Tanpa Tunjangan Pensiun

BANTUL (MERAPI)- Oknum PNS yang terjerat penipuan senilai ratusan juta rupiah, Sa (57) menunggu sanksi dari Pemkab Bantul. Sanksi beragam, mulai dari pemecatan hingga tanpa tunjuangan pensiun.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul, Danu Suswaryanta kepada wartawan, Rabu (21/8) mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi adanya PNS di Pemkab Bantul yang terjerat kasus penipuan dan berurusan dengan penegak hukum. “Sudah masuk kajian untuk menentukan sanksi yang bersangkutan,” kata Danu.
Danu mengatakan, Sa merupakan pejabat pelaksana di kantor Kecamatan Pleret. Sebelum ditugaskan di Pleret, warga Sumberagung, Jetis, Bantul itu lama sebagai staf di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul. Menurut Danu, saat ditangkap, Sa dalam posisi tidak bertugas atau sedang cuti selama setahun atau bebas tugas (BT).

Ia berujar seorang PNS dibolehkan untuk mengambil cuti bebas tugas setahun menjelang pensiun. Sa akan memasuki usia pensiun kurang dari setahun, namun Surat Keputusan (SK) pensiunnya belum diberikan. “Jadi dia bebas tugas dan datanya ada sudah dikeluarkan surat bebas tugas,” ucap Danu.
Danu prihatin apa yang dilakukan Sa karena bisa merusak citra Pemkab Bantul yang sedang giat membangun integritas dan bebas korupsi. Ia menyatakan apa yang dilakukan Sa merupakan perbuatan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan instansi tempat tersangka bekerja.
Namun demikian pihaknya juga mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Untuk jenis sanksinya, kata Danu, bisa berbagai jenis mulai dari pemberhentian dengan hormat sampai pemberhentian tidak hormat atau berisiko tidak mendapat tunjangan pensiun.

Seperti diberitakan, seorang oknum PNS di Bantul, Sa warga Jetis Bantul dibekuk aparat Polsek Imogiri. Penyebabnya, dia menipu seorang pencari kerja dengan menjanjikan posisi PNS di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Dalam aksinya ini, pelaku meraup uang Rp 150 juta dan habis untuk main judi.
Uang ratusan juta rupiah itu tak sepeserpun berhasil diamankan polisi karena sudah habis. Polisi hanya mengamankan surat perjanjian dan bukti transfer sebagai barang bukti.(Roy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
JUMLAH KORBAN MENINGKAT-PT KAI Ingatkan Bahaya Selfie di Rel KA

YOGYA (MERAPI)- Lokomotif seberat 84 ton ditarik oleh 10 orang menggunakan tali tambang pada acara lomba tarik lokomotif yang diadakan

Close