PROYEK DRAINASE TERHENTI USAI OTT KPK-Pemkot Yogya Siap Lelang Ulang

UMBULHARJO (MERAPI)- Proyek rehabilitasi saluran drainase di Jalan Dr Soepomo dan Bababaran (Supomo Cs) Kota Yogyakarta yang sudah mulai dikerjakan sebagian harus terhenti pasca Operasi Tangkap Tangan KPK yang menjerat jaksa Kejari Yogya. Belum ada kepastian kelanjutan pengerjaan karena rekanan yang menangani proyek itu tersangkut hukum. Jika dilanjutkan, Pemkot Yogya pun siap melakukan lelang ulang.
“Kami akan konsultasi ke KPK dulu apakah bisa dilanjutkan atau distop. Kami berusaha merumuskan untuk bisa mendapatkan arahan dari KPK tentang kelanjutan proyek yang terkait OTT ini,” kata Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti usai rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Rabu (21/8).

Dia mengatakan, proyek saluran drainase di Jalan Dr Soepomo Cs itu kini sedang dievaluasi kembali untuk memastikan keberlanjutannya. Baik dari sisi hukum maupun pertimbangan sisa waktu tahun anggaran yang ada. Sisi hukum akan dikonsultasikan ke KPK karena proyek saluran drainase Jalan Supomo Cs ditangani rekanan swasta yang kini tersangkut masalah hukum OTT oknum jaksa di Solo.
Seperti diketahui, rekanan swasta proyek itu ikut jadi tersangka karena mengatur pemenangan lelang proyek. Sebagai imbalannya, rekanan itu menjanjikan uang 5 persen dari total proyek senilai Rp 8,3 miliar kepada dua oknum jaksa atas jasa mereka memenangkan lelang.

Menurutnya, jika proyek saluran drainase dilanjutkan, akan ditangani pihak rekanan lain dengan mekanisme pekerjaan dilelang ulang. Sedangkan rekanan swasta yang sudah mengerjakan sebagian saluran drainase di Jalan Babaran dihentikan. Tapi pihaknya memastikan akan melanjutkan rehabilitasi saluran drainase tersebut, hanya saja waktunya tidak saat ini.
“Proyek tetap akan dilanjutkan. Cuma kapan waktunya belum. Kami akan normalkan dulu agar jalan yang berlubang karena penggalian proyek tetap aman dan bisa dilalui,” imbuhnya.
Pemkot Yogyakarta mengalokasi pagu anggaran Rp 10,8 miliar untuk proyek drainase di Jalan Dr Soepomo Cs itu. Berdasarkan informasi di laman Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek drainase di Jalan Dr Seopomo Cs dimenangkan oleh perusahaan bernama Widoro Kandang yang beralamat di Surakarta. Setelah melalui lelang dan dimenangkan perusahaan itu nilai proyeknya Rp 8,3 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono menambahkan, proyek saluran drainase Jalan Dr Soepomo Cs saat ini sudah berhenti akan diaudit oleh inspektorat. Pengerjaan saluran drainase Jalan Dr Soepmo CS itu kini sudah mulai dikerjakan sebagian di Jalan Babaran. Pihaknya juga akan melakukan audit manajamen konsultan yang menangani proyek saluran drainase Jalan Dr Soepomo Cs.
“Kami akan audit juga manajemen konsultannya. Berapa pekerjaan fisik yang sudah dikerjakan. Ada jaminan uang mukanya. Pelaksanan dan masalah administrasinya yang kami urus. Baru mengambil langkah-langkah lebih lanjut,” jelas Agus.

Sementara itu Kepala Bagian Layanan Pengadaan Pemkot Yogyakarta Sukadarisman menyatakan, proses lelang paket pekerjaan saluran drainase Jalan Dr Soepomo Cs sudah sesuai prosedur dan aturan seperti aplikasi yang oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Peserta yang mengikuti lelang harus memenuhii syarat yakni lulus adaministras, lulus teknis, lulus kualifikasi dan lulus penawaran harga.
“Harga penawaran yang terendah. Yang menang itu memenuh syarat-syarat itu. Lelang yang dilakukan sudah sesuai aturan. Bahkan masa sanggah tidak ada,” tegas Aris. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Angkat Tema Millenial, Festival Teluk Ambon Makin Keren

AMBON (HARIAN MERAPI)- Festival Teluk Ambon (FTA) 2019 telah selesai dilaksanakan. Digelar 18-20 Agustus 2019, menjadi sebuah etalase terbaik menikmati

Close