Masjid Ngijon Dilengkapi Unit Kesehatan

CUKUP mudah menemukan suatu masjid yang banyak jemaahnya. Ditambah lagi ada beragam kegiatan bermanfaat bagi masyarakat berbagai kalangan. Satu di antaranya Masjid Ngijon yang terletak di Ngijon Sendangarum Minggir Sleman. Beberapa kegiatan rutinnya selain salat berjemaah, antara lain pengajian rutin, taman pendidikan Alquran, baitul mal dan koperasi.

Layak mendapat apresiasi lagi, sejak Jumat (16/8) lalu, Masjid Ngijon juga mulai membuka Unit Kesehatan Masjid. Jam bukanya Senin, Rabu dan Jumat mulai pukul 14.00 sampai 15.30 dengan dokter praktik yakni dr Salman Santosa. Selain itu dibantu tim unit kesehatan masjid setempat terdiri dari 11 orang atau biasa disebut tim Sebelas.

“Sekitar 100 jemaah kami undang saat acara opening atau pembukaan Unit Kesehatan Masjid Ngijon. Setelah acara pembukaan dengan sambutan-sambutan dan pengguntingan pita oleh imam masjid dilanjutkan meninjau ruangan di unit kesehatan lalu ada cek tensi tanpa dipungut biaya,” ungkap Ketua Takmir Masjid Ngijon, Satijo di sela-sela pelaksanaan cek tensi.

Menurutnya, bangunan unit kesehatan masjid masih satu kompleks dengan Masjid Ngijon. Sebelumnya telah direnovasi lalu dibuat ruangan khusus, dengan biaya sekitar Rp 4 juta (terkait medis) serta kisaran Rp 2 juta (non-medis). Biaya antara lain diambilkan dari kas koperasi masjid serta infaq dari jemaah. Saat renovasi bangunan yang digunakan untuk unit kesehatan masjid, dilaksanakan juga renovasi pagar di bagian timur kompleks masjid.

Dr Salman menambahkan, unit kesehatan masjid tersebut antara lain bisa melayani konsultasi dan pengobatan, keluarga berencana, keterangan sehat, kesehatan haji/umroh, kunjungan rumah (home visit) dan pemeriksaan darah sederhana. Dengan dibantu tim Sebelas, diharapkan ke depan bisa berkembang dan menjadi klinik. Bahkan bisa menerima rawat inap bagi pasien.

“Selain untuk warga Ngijon, hadirnya unit kesehatan masjid ini juga bermanfaat bagi warga di sekitar Ngijon, antara lain bisa semakin dekat,” paparnya.

Sementara itu Dukuh Ngijon, Amirudin mengatakan, unit kesehatan masjid akan bisa memberi banyak manfaat lebih khusus di bidang kesehatan. Apalagi di Ngijon saat ini ada 152 KK dan sekitar 452 jiwa, mayoritas sudah berumur 40 tahun ke atas. Sehingga, sudah selayaknya bisa cek kesehatan secara rutin, ibarat sepeda motor melakukan tune up secara berkala, misalnya enam bulan sekali.

“Suatu hal menggembirakan juga, unit kesehatan Masjid Ngijon ada program home visit atau kunjungan ke rumah. Hal ini merupakan layanan banyak manfaatnya. Semoga dokter praktiknya dan semua yang membantu kelancaran unit kesehatan mendapat banyak pahala,” harap Amirudin. (Yan)

Read previous post:
JAKET GRABBIKE DISAIN BARU – Tunjukkan Semangat Baru Melayani Bangsa Indonesia

YOGYA (MERAPI) - Layanan transportasi roda dua milik Grab, GrabBike, menyebar semangat perjuangan kepada lebih dari 74.000 mitra pengemudi GrabBike

Close