Terjangkit DBD, Mahasiswa Tewas di Kos

GONDOKUSUMAN (MERAPI) – Mahasiswa kampus negeri di Yogya, Ahcmad Miftahudin asal Semarang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Sapen Gondokusuman Yogya, Sabtu (17/8). Korban diduga tewas karena sakit demam berdarah Dengue (DBD).
Sebelum meninggal, korban sempat berobat ke rumah sakit dan harus kontrol lagi. Namun korban tidak mau kontrol. Ia justru minta diantar pulang ke kampung halamannya pada hari Sabtu.
Kapolsek Gondokusuman Yogya Kompol Bonifatius Slamet kepada wartawan, Minggu (18/8) mengatakan, korban sempat periksa ke dokter pada Kamis (15/8). Korban didiagnosa menderita penyakit demam berdarah. Oleh dokter, korban diminta untuk kontrol lagi pada Jumat (16/8). Namun, korban tidak mau kontrol.
“Korban pesan kepada bapak kos, agar diantar pulang ke Bandungan Jateng pada Sabtu (17/8),” kata kapolsek.

Selama sakit, kata dia, korban istirahat di kamarnya. Pada Jumat malam, pemilik kos sempat ke kamar korban untuk mengecek kondisi korban. Saksi mengetuk pintu namun tidak ada jawaban.
Keesokan harinya, pukul 05.00, saksi kembali mengetuk kamar korban. Tapi korban tidak merespons. Saksi mengira korban masih tidur. Pukul 08.00, saksi kembali mengetuk kamar korban. Saksi bermaksud mengantar korban pulang ke rumahnya.
“Saat saksi mengetuk pintu kamar kos, korban tidak merespons. Kemudian saksi mendobrak pintu kamar kos dan mendapati korban sudah meninggal dunia,” terang kapolsek.
Hal itu segera dilaporkan ke Polsek Gondokusuman Yogya. Dari hasil pemeriksaan polisi dan tim medis, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Selanjutnya jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga. (Riz)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Ayah Cabuli 2 Anak Kandung Selama 2 Tahun

SEMARANG (MERAPI)- AG (39) warga Jomblang, Candisari, Semarang mendekam di jeruji besi usai dilaporkan mencabuli dua anak kandungnya, Jumat (16/8).

Close