Persis vs PSIM Laga Pertaruhan Puncak dan Gengsi

Cristian Gonzales. (HARIAN MERAPI-BENI WIDYASWORO)

MADIUN (HARIAN MERAPI) – Pertaruhan posisi puncak klasemen sementara Liga 2 Grup Timur bakal tersaji pada laga bertajuk ‘Derby Mataram’ yang digelar di Stadion Wilis, Madiun, Jumat (16/8) ini, antara Persis Solo melawan PSIM Yogya. Tak hanya berebut posisi di klasemen, pertandingan tersebut sarat akan gengsi karena sejarah perseteruan yang dimiliki oleh kedua tim.

Skuad Laskar Mataram yang berada di puncak klasemen sementara dengan 18 poin, tak bisa memandang remeh karena mendapat ancaman dari tim tuan rumah yang kini menghuni peringkat ketiga dengan 16 poin. Hasil imbang mungkin sudah cukup melegakan bagi PSIM yang kali ini bertindak sebagai tim tamu. Terlebih PSIM tak mendapat dukungan dari suporter setianya, Brajamusti dan The Maident karena larangan datang oleh pihak Panpel Persis dengan alasan keamanan.

Meski diperkirakan bakal berjalan sengit, pertandingan Persis melawan PSIM diharapkan Pelatih PSIM, Aji Santoso masih bisa berjalan dengan permainan taktis. “Tensi pertandingan boleh tinggi tapi pemain harus tetap bisa kontrol emosi. Kalau ikutan emosi, permainan pasti tidak bagus. Untuk itu saya tekankan pada pemain untuk bisa meredam emosi,” terangnya, kemarin.

Lebih lanjut, mantan pelatih Persela Lamongan itu memang cukup menyayangkan keputusan Panpel yang melarang kehadiran pendukung PSIM. “Sebenarnya memang disayangkan ya, kenapa suporter kita tak boleh datang. Namun demi kepentingan yang lebih besar, tidak ada salahnya. Yang jelas mental bertanding para pemain ini sudah terasah sehingga tak perlu khawatir ketika mendapat tekanan dari suporter lawan. Terpenting anak-anak bisa fight,” lanjutnya.

Mengenai kekuatan lawan, Aji menyebutkan bahwa Persis pada beberapa laga terakhir meraih hasil yang cukup bagus. “Ini yang perlu kami waspadai. Kemenangan yang didapat Persis juga ada yang didapat saat bermain tandang. Artinya, mereka menunjukkan grafik naik. Ya tidak jauh berbeda dengan kami,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Aji tak menampik jika timnya perlu bekerja keras untuk meraih hasil maksimal. “Setidaknya bisa curi poin, minimal imbang. Saya yakin dengan motivasi bertanding para pemain. Asalkan tidak menganggap remeh lawan, pasti kami bisa meraih hasil yang diharapkan,” katanya.

Sementara itu, Pelatih Persis, Choirul Huda mengungkapkan jika pihaknya tak ingin fokus pada satu atau dua pemain bintang yang ada di PSIM. Meski PSIM tanpa Raphael Maitimo di lini tengah, Choirul menyebutkan bahwa kedalaman skuad yang dimiliki lawannya patut menjadi perhatian.

“Sekarang mereka adalah pemuncak klasemen. Performa mereka memang bagus. Kualitas pemain yang dimiliki juga pemain bagus. Dari pemain utama hingga pelapis, mereka punya kualitas yang bagus. Kami benar-benar harus bekerja keras untuk bisa meraih poin penuh,” ungkapnya. (Oro)

Read previous post:
Polda DIY Ancam Penjarakan Jukir Nakal

UMBULHARJO (MERAPI)- Sebagai upaya memberikan efek jera, Tim Sapu Bersih (saber) Pungli Polda DIY bakal menjerat para juru parkir nakal

Close