Tahan Serangan Ulat, Petani Srikayangan Mulai Tanam Bibit Bawang Merah Thailand

SENTOLO (HARIAN MERAPI) – Petani bawang merah di Desa Srikayangan, Sentolo Kulonprogo, mulai mengganti bibit lokal dengan varietas Thailand pada musim tanam kedua tahun ini. Selain bisa berkembang lebih banyak, bibit baru ini juga diyakini tahan serangan hama ulat sehingga hasil panennya bisa maksimal.

Anggota Kelompok Karang Makmur, Srikayangan, Wajiran (57) menyampaikan, bibit varietas Thailand harus ditanam dengan jarak 22 cm karena perkembangannya lebih banyak dari bibit biasa. Dirinya baru pertama kali mencoba menanam bibit Thailand dan berharap hasilnya bisa maksimal.

“Biasanya saya tanam bawang merah sedikit, itu pun pakai bibit jenis lokal,” kata Wajiran di sela acara tanam perdana bawang merah di Bulah Ngancar, Srikayangan, Kamis (15/8).

Wajiran menyampaikan, tanam bawang merah dengan bibit lokal hasilnya baik, dengan harga berkisar Rp 15.000 hingga Rp 29.000 perkilogram. Dari satu kuintal bibit bawang merah yang ditebar di lahan seluas 1.000 m2, hasil panen bisa mencapai 3 ton. Panen petani ini kemudian diambil tengkulak.

“Sekarang, mulai tanam pakai bibit Thailand. Tidak butuh banyak air dan lebih tahan serangan hama ulat. Tanaman bawang merah memang kerap diserang ulat, kemudian kami semprot pakai cairan insektisida,” imbuhnya.

Assek II Setda Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono menyambut baik dan mengapresiasi langkah petani dalam menanam bawang merah sebagai bentuk dukungan perluasan lahan pertanian komoditas tersebut. Pihaknya berharap, dari waktu ke waktu jumlah petani yang menanam bawang merah semakin banyak, tidak hanya di Srikayangan namun juga melebar ke Tuksono, Salamrejo dan Sukoreno sehingga Sentolo bisa menjadi kecamatan sentra penghasil bawang merah Kulonprogo.

Saat ini, luas lahan pertanian bawang merah di Srikayangan Sentolo berkisar 160-180 hektare, dan diharapkan bisa meningkat menjadi 500-600 hektare setelah diperluas ke desa-desa lain. Bambang juga menilai, koordinasi dan komunikasi antara petani dengan petugas pertanian penting dijalin untuk mengatasi dinamika persoalan di lapangan. (Unt)

Read previous post:
Discover Karangasem Ajak Publik Temukan Nilai The Spirit Of Bali

KARANGASEM (HARIAN MERAPI)- Discover Karangasem segera digelar. Kali ini, acara tersebut akan berlangsung selama tiga hari, 16-18 Agustus 2019. Rencananya,

Close