USAI NENGGAK MIRAS- Rampas HP, Mahasiswa Dituntut 1 Tahun


Terdakwa ke luar ruang usai menjalani sidang tuntutan di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa ke luar ruang usai menjalani sidang tuntutan di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Oknum mahasiswa, FH alias Pendol (18) warga Karang Semut Bantul yang melakukan perampasan HP akhirnya dituntut 1 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (15/8). Terdakwa didakwa telah merampas 4 HP milik Yusuf Setiawan dan teman-temannya.

Dalam uraian tuntutan jaksa terungkap, semula terdakwa bersama Robi (terpisah) pada Selasa 7 Mei 2019 pukul 17.30 menggunakan sepeda motor Honda Scoopy AB 4549 QK pergi ke daerah Jogja Expo Center (JEC) untuk mengikuti acara buka puasa bersama.

Keduanya saat itu tidak berpuasa dan sebelumnya sudah menenggak minuman keras. Ketika hendak kembali membeli minuman keras mereka tidak mempunyai uang sehingga muncul ide dan niat untuk sepakat melakukan pemerasan.

Setelah acara buka bersama selesai sekitar pukul 20.00 dari JEC menuju ke Jalan Imogiri Timur dengan mengendarai sepeda motor dengan posisi Robi di depan dan terdakwa di belakang.

Saat melewati daerah Ponggok atau di Pasar Kepek Jalan Imogiri Barat, terdakwa melihat saksi korban Yusuf dan teman-temannya menuju ke utara kemudian dikejar kedua pelaku. Setelah berhasil mengejar, motor yang dikendarai Robi bersama terdakwa memepet dan memberhentikan sepeda motor para saksi korban.

Kemudian terdakwa turun dari motor sedangkan Robi berada di atas motor untuk berjaga-jaga. Terdakwa bertanya kepada para saksi korban apakah mereka ikut rombongan geng HTF. Terdakwa kemudian mengecek galeri handphone para saksi korban namun tidak ditemukan apa yang dicari.

Setelah itu terdakwa meminta uang dan memaksa untuk menyerahkan handphone milik para saksi korban dengan mengancam akan membacok menggunakan celurit
sambil memegang sesuatu di balik punggung atau di balik baju untuk menakuti para saksi korban.

Karena merasa takut dan terancam keselamatannya, para saksi korban menyerahkan HP kepada terdakwa. Atas kejadian itu keempat saksi korban melaporkan perampasan tersebut ke pihak kepolisian.

Dari kejadian itu, keempat saksi korban mengalami kerugian sebanyak 4 buah HP senilai total Rp 6,2 juta. Perbuatan terdakwa dijerat jaksa Arif Rahman Irsyadi SH dengan pasal 368 ayat 2 ke 2 KUHP. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pramuka Diajak Perangi Rokok dan Hoaks

PENGASIH (MERAPI) - Ratusan anggota pramuka dari sekolah Kulonprogo tingkat SD hingga SMA memusnahkan puluhan replika rokok sebagai wujud kampanye

Close