Agar Tepat Sasaran, Distribusi Elpiji 3 Kg Bakal Diperketat

UMBULHARJO (MERAPI)- Kuota gas LPG bersubsidi 3 kg di Kota Yogyakarta tidak ditambah pada tahun depan. Kebijakan itu menyusul adanya pengurangan kuota distribusi gas bersubsidi. Tapi dipastikan ketersediaan gas 3 kg aman untuk saat ini. Hanya saja, distribusi gas melon itu diperketat agar tepat sasaran.
Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdaganan (Disperindag) Kota Yogyakarta Adhy Pradana, mengatakan untuk kota-kota maju seperti Yogyakarta tiap tahun ada penambahan kuota gas 3 kg. “Tapi tahun depan, tidak ada penambahan kuota. Penambahan kuota hanya untuk daerah-daerah terpencil,” kata Adhy, Selasa (13/8).
Dia menjelaskan, pengurangan gas 3 kg itu mengacu surat imbuan dari Dirjen Minyak dan Gas Bumi, terkait pengurangan kuota untuk distribusi LPG 3 kg. Pertimbangannya karena sasaran gas bersubsidi 3 kg tidak sesuai peruntukkan bagai warga yang tidak mampu. Namun, lanjutnya, banyak gas 3 kg dipakai masyarakat atas atau bahkan restoran.

Sebagai tindak lanjutnya, Disperindag Kota Yogyakarta akan melakukan pengawasan ke agen dan pangkalan terkait peruntukkan gas 3 kg subsidi. Dia menyebut di Kota Yogyakarta saat ini ada sekitar 60 pangkalan dan 14 agen. Pihaknya juga akan memantau ke restoran apakah memakai gas 3 kg atau sudah menggunakan gas tabung besar.
“Stok gas 3 kg subsidi saat ini masih aman. Tapi distribusinya diperketat yang benar-benar berhak membeli. Kami mau lihat log book (buku data penjualan) di pangkalan. Kadang pangkalan asal laku. Aturannya pangkalan harus didistribusikan ke konsumen langsung,” terangnya.
Dia menyatakan lantaran tidak ada penambahan kuota gas subsidi 3 kg pada tahun depan, Pertamina akan menyediakan gas 3 kg nonsubsidi atau bright gas.

Terutama jika ada kekurangan gas subsidi 3 kg dari kuota yang didistribusikan, maka bright gas 3 kg bisa menjadi pilihan. Diperkirakan harga gas 3 kg nonsubsidi itu 2 kali dari harga gas subsidi.
Kuota gas LPG 3 kg di Kota Yogyakarta tahun 2019 ini sudah ditambah sekitar 452 metric ton atau sekitar 150 ribu tabung gas 3 kg sejak awal tahun. Pada tahun lalu total kuota gas elpiji 3 kg di Kota Yogyakarta sebanyak 21.088 metric ton atau sekitar 7 juta tabung. Dengan penambahan itu, maka total alokasi gas 3 kg tahun 2019 sekitar 7,15 juta tabung.
Sementara itu salah satu pemilik pangkalan gas LPG 3 kg subsidi di Jalan Gondosuli Yogya, Rohmana menuturkan distribusi gas 3 kg lancar. Dalam sebulan dia mendapatkan jatah 200 tabung gas LPG 3 kg dari agen dengan harga jual eceran tertinggi Rp 15.500/ tabung.

“Saya jual ke konsumen langsung seperti tetangga dan biasanya sudah saya kenali karena sudah ada aturan labelnya untuk kota. Untuk rumah tangga jatahnya satu tabung dan UMKM dua tabung. Rumah tangga kadang minta beli dua, tapi jatahnya tetap saya layani satu,” ucap Rohmana.
Terkait akan adanya gas 3 kg nonsubsidi Brigth Gas, dia belum mengetahui. Dia mengaku belum ada informasi dari agen mengenai gas 3 kg nonsubisdi tersebut. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Seto Kaget Kondisi Pemain PSS

SLEMAN (HARIAN MERAPI)- Tim pelatih PSS Sleman tampak cemas dengan kondisi tim usai latihan perdana. Selasa (13/8) kemarin pelatih kepala

Close