KUA Sedayu Kemalingan, Pembuatan Buku Nikah Terganggu

BANTUL (MERAPI)- Kawanan penjahat membobol Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sedayu Bantul di Jalan Yogya -Wates Km 10, Karanglo Argomulyo, Sedayu, Bantul, Selasa (13/8). Akibatnya, sejumlah barang inventaris KUA raib, di antaranya komputer portabel, CPU, 25 monitor serta LCD senilai puluhan juta rupiah. Pembuatan buku nikah di KUA Sedayu pun terganggu.
Para pelaku diduga beraksi dengan mencongkel jendela dan teralis besi sebelum masuk kantor. Kini kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Sedayu Bantul dan polisi melakukan pelacakan pelaku.
Plh KUA Kecamatan Sedayu, Sugiyanto SAg kepada wartawan mengatakan, kasus pembobolan itu pertama kali diketahui saksi Legiman (60) warga Karanglo Sedayu Bantul pukul 05.00. Kemarin pagi saksi bermaksud membersihkan KUA. Saat itu dia melihat pintu dan jendela sisi selatan rusak. Setalah dicek, diketahui beberapa inventaris kantor sudah raib, di antaranya komputer portabel, CPU, 25 monitor serta LCD.

Setelah lingkungan sekitar KUA Sedayu diperiksa, casing komputer ditemukan di lorong antara dua rumah depan kantor KUA. Sedang penutup CPU ditemukan di pekarangan belakang KUA.
Diperkirakan kasus pembobolan KUA Sedayu terjadi setelah pukul 01.00. “Sekitar pukul 01.00, penjaga malam sempat melakukan pengecekan di KUA, tidak ada kejanggalan dan semua jendela tertutup rapat,” ujarnya. Meski sedang kemalingan, kata Sugiyanto, proses pelayanan berjalan normal. Kebetulan di hari kejadian, tidak ada jadwal pernikahan. “Tidak ada pernikahan, hari berikutnya yang ada tiga pasang menikah. Tetapi semua petugas yang turun ke bawah. Yang terganggu sebatas pencetakan buku nikahnya ada keterlambatan,” ujar Sugiyanto.
Pihak KUA menampik anggapan jika peristiwa itu merupakan sabotase. Apalagi kasus pembobolan di KUA Sedayu kali ini sebenarnya yang kedua kali dalam kurun waktu dua tahun terkahir .

Kepala Bidang Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag DIY, H Nadhif SAg MSi menambahkan, setelah peristiwa itu, pihaknya tentu akan segera menindaklanjuti dengan mengganti prasarana baru. Sehingga proses pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. “Tinggal aplikasinya dibuka, nanti langsung bisa normal kembali,” ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Sedayu Aiptu Suratno SH mengatakan, hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi sudah melakukan olah TKP. Kuat digaan, pelaku lebih dari satu orang. “Pelaku diduga mengambil kursi panjang milik apotek di depan kantor KUA sebagai pijakan kemudian baru mencongkel jendela,” jelasnya.(Roy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kulonprogo Usulkan Tiga Exit Tol

WATES (HARIAN MERAPI) - Pemkab Kulonprogo telah menyampaikan usulan terkait konsep tol yang akan dibangun melintasi wilayah ini. Pemkab mengusulkan

Close