PSIM Pantang Kendor Lawan Persis

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Nangkring di puncak klasemen sementara Liga 2 2019 Grup Timur, menjadi tantangan bagi PSIM Yogya untuk bisa mempertahankannya. Setidaknya hingga putaran pertama berakhir, yakni usai melakoni laga melawan tuan rumah Persis Solo bertajuk Derby Mataram di Stadion Wilis, Madiun, Jumat (16/8) mendatang.

Guna mempertahankan posisinya di puncak, skuad Laskar Mataram tak ingin mengendorkan semangat menghadapi laga penting tersebut. “Harus kami pertahankan apa yang sudah ditampilkan anak-anak hingga saat ini. Memang cukup bagus ya perkembangan permainan anak-anak tapi masih tetap butuh beberapa perbaikan dan kami akan lakukan evaluasi sebelum lawan Persis,” ujar Pelatih PSIM, Aji Santoso di Yogya, Senin (12/8).

Grafik meningkat memang ditunjukkan Cristian Gonzales dan kawan-kawan semenjak ditangani mantan pelatih tim nasional Indonesia U-23 tersebut usai menggantikan Vladimir Vujovic yang mengundurkan diri. Di tangan Aji, PSIM memetik 4 kemenangan dan sekali kalah dari lima laga yang sudah dilakoni.

Penampilan PSIM memang lebih baik dibandingkan saat ditangani oleh Vlado. Menurut Aji, ia hanya menyampaikan kepada para pemainnya agar bisa menikmati pertandingan. “Saya selalu sampaikan ke anak-anak agar bermain enjoy agar tidak terasa terbebani. Target memang memang ada tapi itu tak boleh jadi beban,” tuturnya.

Tak merasa ikut campur banyak dalam persiapan pembentukan tim, Aji berusaha menutup kekurangan fisik yang dimiliki timnya dengan bermain menekan begitu kehilangan bola. “Dengan menerapkan pressing tinggi, lawan tidak bisa leluasa membangun serangan. Satu-satunya jalan ya, mereka langsung long pass. Itu memudahkan kami untuk melakukan duel,” terangnya.

Selanjutnya, Aji mulai melakukan persiapan untuk melakoni laga melawan Persis. Setelah meliburkan para pemainnya dari aktivitas latihan selama dua hari, Aji tak memberikan menu latihan berat. Dengan durasi latihan yang tidak begitu lama, ia menitikberatkan latihan pada finishing touch atau sentuhan akhir.

“Ya yang ringan-ringan saja. Fokusnya sebenarnya pada pemulihan kondisi fisik setelah libur latihan. Sebelumnya juga menjalani pertandingan. Makanya saya beri latihan finishing agar saat pertandingan nanti sentuhannya juga tidak hilang. Kalau langsung saya genjot dengan fisik, takutnya kebugarannya juga akan kaget. Nah, besok (hari ini,red) baru kita mulai latihan intens untuk persiapan lawan Persis,” paparnya. (Oro)

Read previous post:
Tebus Rp 500 Ribu, Bisa Bawa Pulang Cemani Berlidah Abu-abu

SEBAGIAN jenis ayam mempunyai aneka keistimewaan atau keunggulan tersendiri. Bukan hal aneh, jika masyarakat terlebih penggemar satwa ayam berusaha bisa

Close