BISA ANCAM NKRI- Perangi Paham Radikal dan Intoleransi


AKBP Sinungwati saat menyosialisasikan bahaya radikalisme terhadap masyarakat.(MERAPI-SAMENTO SIHONO)
AKBP Sinungwati saat menyosialisasikan bahaya radikalisme terhadap masyarakat.(MERAPI-SAMENTO SIHONO)

BANGUNTAPAN (MERAPI)- Polda DIY terus memerangi paham radikal dan intoleransi yang berkembang di masyarakat. Sebab, paham radikal dan intoleransi bisa menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Terlebih, akhir-akhir ini toleransi beragama menjadi isu yang sangat sensitif di masyarakat. Karena awalnya dimulai dari intoleransi lalu dilanjutkan masuknya paham radikalisme dan akhirnya terjadi aksi terorisme.

Hal tersebut disampaikan Kasubdit Bintibsos Dit Binmas Polda DIY, AKBP Sinungwati di sela-sela penyuluhan tentang radikalisme di kelurahan Tamanan Banguntapan, Kabupaten, Bantul, Kamis (8/8).

AKBP Sinungwati menekankan, untuk memangkas radikalisme harus berasal dari masyarakat secara langsung. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan gerakan preventif, sebelum terjadi gejolak di masyarakat.

“Masyarakat merupakan agen terdepan dalam pencegahan radikalisme. Kita tanamkan sikap toleransi sejak dini, agar sumber radikalisme yakni intoleransi dapat dihapus,” katanya.

Upaya itu dilakukan agar terciptanya Yogyakarta sebagai ‘city of tollerance’ (kota yang toleransi beragamanya baik). “Untuk mewujudkan cita-cita itu, makanya sekarang kita membina banyak pihak mulai dari sekolah dasar hingga masyarakat,” jelasnya.

Selain menekankan tentang toleransi beragama dan paham radikalisme, AKBP Sinungwati juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam bersosial media. Pasalnya, paham radikalisme bisa mudah menyebar melalui media sosial (medsos).

“Mereka para pelaku radikalisme memaparkan ajarannya dengan banyak cara. Ada langsung dan ada yang melalui medsos,” ungkapnya.
Menurutnya sosial media menjadi salah satu perantara persebaran paham radikalisme dan intoleransi, makanya kesadaran masyarakat dalam bersosial media harus ditingkatkan. Guna memerangi penyebaran paham radikal di internet.

“Masyarakat harus sadar dengan semboyan saring sebelum sharing. Selain itu, semboyan ini juga bertujuan untuk mengurangi peredaran berita hoax di masyarakat,” imbuhnya.

Acara yang diselenggarakan di Balaidesa Tamanan, Banguntapan, Bantul ini dihadiri oleh puluhan warga dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, Pkk dan karang taruna. (Shn)


Read previous post:
Calon Jamaah Haji jalani Ibadah Sunah Tarwiyah

MAKKAH (MERAPI) - Sebagian jamaah calon haji melakuka ibadah Tarwiyah, yang merupakan salah satu sunah haji di Mina. Di antaranya

Close