Bunuh Diri Digagalkan Istri

WONOSARI (MERAPI)-Upaya bunuh diri yang dilakukan Ww (40) warga Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul berhasil digagalkan istrinya, Ny Suripmiyati, Rabu (7/8) malam. Ayah beberapa anak tersebut dipergoki saksi saat hendak gantung diri menggunakan tali yang diikatkan di tiang rumah. Istri korban teriak histeris hingga korban membatalkan niatnya itu.
Dari penyidikan sementara, kuat dugaan korban nekat berusaha bunuh diri karena terjerat utang rentenir.
“Belum diketahui pasti motif yang bersangkutan berusaha bunuh diri. Dugaan sementara karena mengalami depresi,” kata Kanit Reskrim Polsek Karangmojo, Iptu Pudjijono kepada wartawan, Kamis (8/8).
Dijelaskan, peristiwa tersebut bermula saat Ww yang berprofesi sebagai penjual sosis keliling itu sudah berhari-hari terlihat murung. Dia seperti mengalami stres berat karena dagangannya tidak laku.

Terlebih banyak rentenir atau ‘bank’ plecit yang menagih utang ke rumahnya tiap hari. Disinyalir Ww terjerat utang modal usaha kepada rentenir dengan skema pembayaran harian. “Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, saudara Ww ini tidak punya uang untuk bayar utang sehingga tagihan-tagihan ini tidak terbayar. Diduga karena hal itu dia merasa tertekan,” imbuh Iptu Pudjijono.
Kemudian pada Rabu malam, tanpa sepengetahuan keluarganya, Ww memasangkan tali ke salah satu kerangka rumah dengan maksud akan gantung diri. Agar aksinya tidak diketahui keluarganya, malam itu ia mematikan lampu terlebih dulu. Selanjutnya, dia berdiri di atas motor dan mengikat tali ke leher. Namun tanpa diduga, mendadak istrinya datang dan memergoki upaya korban yang hendak gantung diri.

Seketika itu juga saksi langsung berteriak histeris hingga menimbulkan perhatian tetangganya. Warga pun berbondong-bondong datang dan menggagalkan aksi bunuh diri itu. Korban dibopong warga diturunkan dari atas motor.
Dia pun lantas ditenangkan warga.
Menurut Pudjijojo, korban diduga kuat sudah sejak lama merencanakan aksi bunuh diri itu. “Yang bersangkutan memang akhir-akhir ini sudah menunjukkan gelagat mencurigakan dan sempat meminta maaf kepada orang-orang terdekatnya,” ucapnya.
Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung mengambil langkah penanganan dengan menugaskan anggota Bhabinkamtibmas memberikan penyuluhan agar yang bersangkutan tidak mengulangi hal itu. “Pendekatan personal, pengawasan dan pendampinggan kepada Ww terus dilakukan agar jangan sampai dia kembali melakukan usaha bunuh diri,”ujarnya.

Ditambahkan Pudjijojo, terkait dengan kasus tersebut, Polsek Karangmojo berkomitmen untuk menindak tegas praktik rentenir atau lembaga keuangan illegal yang merugikan dan meresahkan masyarakat. (Pur)

Read previous post:
Ditjen PSP Sosialisasikan Optimalisasi Lahan Responsif Gender di Jateng

SEMARANG (HARIAN MERAPI)- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menggelar Sosialisasi Optimalisasi Lahan Responsif Gender.

Close