OKNUM GURU NGAJI DITANGKAP POLISI-5 Kali Cabuli Bocah dalam 2 Minggu

KEBUMEN (MERAPI)- Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur diungkap aparat Polres Kebumen. Mirisnya, pelaku merupakan oknum guru ngaji dengan korban muridnya sendiri yang masih berusia 5 tahun. Keduanya bertetangga tinggal di Kecamatan Rowokele, Kebumen. Dalam dua minggu ini, pelaku sudah lima kali mencabuli korban.
Oknum guru ngaji yang diamankan adalah Mus (65). Pelaku ditangkap Unit Reskrim Polsek Rowokele yang dipimpim Kapolsek Rowokele AKP Tamzil Mardiono.
“Pelaku kami tangkap di rumahnya berikut sejumlah barang bukti,” jelas AKP Tamzil mewakili Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede dalam konferensi pers di Mapolres Kebumen, Kamis (8/8).

Diungkapkan, modus yang digunakan pelaku yakni memanggil korban untuk masuk ke rumah dengan iming-iming akan diberi uang jajan. Korban yang sudah kenal dengan pelaku tak curiga. Sesampainya di rumah pelaku, kemudian korban disuruh masuk kamar untuk bermain game di smartphone milik pelaku. Saat korban bermain game itulah pelaku beraksi. “Kejadian seperti itu berulang sampai 5 kali dalam kurun waktu 2 minggu,” ujar AKP Tamzil.
Dikatakan, perbuatan bejat pelaku terbongkar setelah ibu korban curiga karena anaknya menangis terus-menerus. Saat ditanya, korban kesakitan ketika buang air kecil. Saat itulah korban menceritakan semua kelakuan bejat pelaku. Orangtua korban yang marah kemudian melaporkan oknum guru ngaji tersebut. Polisi pun tak kesulitan meringkus pelaku lantaran identitasnya jelas.

“Proses penyidikan lebih lanjut masih dilakukan karena tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya,” ujar AKP Tamzil seraya mengingatkan orangtua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual.
Mus yang tinggal di rumah hanya bersama istri itu dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman kurungan minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya. (Skm)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
TMMD Sengkuyung Tahap II Kodim Sleman Ditutup

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II Kodim 0732/Sleman 2019 secara resmi ditutup dengan upacara

Close