Bisnis Tanah Fiktif, Sekeluarga Raup Rp 1,9 M

DEPOK (MERAPI)- Petugas Polda DIY menangkap tiga orang yang masih terikat dalam satu keluarga terkait kasus bisnis tanah fiktif. Ketiga pelaku, yang merupakan ibu, anak dan menantu diduga meraup uang hingga Rp 1,9 miliar. Modusnya, mereka menawarkan tanah untuk dijual, namun tertnyata tanah yang dijanjikan itu tak ada.
Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo kepada wartawan, Rabu (7/8)mengatakan, ketiga orang yang dijadikan tersangka berinisal NY RH (71) yang merupakan istri guru besar sebuah kampus ternama di Yogya, anaknya GT (37) warga Sinduadi, Mlati, Sleman serta menantunya NY DK (44) seorang PNS di Jakarta Selatan. Meski begitu hanya GT yang dilakukan penahanan.
“Dua orang tidak ditahan karena alasan kemanusian. RH sudah berusia lanjut, dan DK mempunyai anak kecil. Meski begitu tidak menutup kemungkinan mereka dilakukan penahanan,” beber Hadi Utomo.
Menurutnya, penipuan penjualan tanah secara fiktif tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh tiga anggota keluarga ini. Kasus tersebut bermula saat korban Setya Ningsih ingin membeli tanah untuk keperluan membangun gudang di wilayah Sleman.

Kebetulan korban dan pelaku DK sudah saling mengenal serta korban tahu jika dia merupakan pebisnis properti. Tersangka DK kemudian menawari sebidang tanah pada korban seluas 3.431 m2 di wilayah Sleman seharga Rp 2,1 miliar. Entah bagaimana caranya, pelaku bisa meyakinkan korban tanpa dia harus mengecek kebenaran tanah itu. Korban pun sepakat dengan harga yang ditawarkan. Padahal, tanah yang dijanjikan itu fiktif.
“Jadi korban dan pelaku DK ini merupakan teman kuliah, sehingga dia tidak curiga. Apalagi korban tahu kalau ayahnya atau suami pelaku RH merupakan guru besar di perguruan tinggi di Yogya,” katanya.
Dikatakan Hadi, korban kemudian mulai mencicil pembelian tanah sejak bulan Januari 2018. Hingga pertengahan 2019, korban sudah membayar sebanyak 7 kali senilai Rp 1,9 miliar.

Menurut Kombes Hadi, awal bulan lalu, korban bermaksud mengecek tanah yang dijanjikan para pelaku. Namun ternyata, tanah yang dijanjikan tidak kunjung diberikan dan bahkan tidak ada.
“Jadi tanah itu tidak ada. Pelaku ini mengaku memiliki kuasa menjual tanah dari pemilik, sehingga korban percaya dan menyerahkan sejumlah uang,” jelasnya.
Sadar menjadi korban penipuan, korban langsung melaporkan kasus tersebut ke Polda DIY. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya penyidik menetapkan tiga orang tersangka penipuan penjualan tanah. Menurut Hadi, ketiga pelaku menikmati uang hasil penipuan itu. DK bertugas meyakinkan korban, kemudian uangnya ditransfer ke rekening ibunya, yakni Ny RH. Hingga kemarin, satu pelaku yang ditahan, yakni DK masih diperiksa di Mapolda DIY. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kirab Hari Jadi Pati yang ke-696

PATI (MERAPI) - Kereta kencana yang didatangkan dari keraton Solo memukau puluhan ribu warga yang menyaksikan kirab untuk memperingati Hari

Close