Ingat Anak, Perampok Nangis di Penjara

BANTUL (MERAPI)-Dengan raut wajah penuh penyesalan, air mata Sj (35) warga Bangunharjo, Sewon, Bantul mengucur saat diperiksa penyidik Polsek Sewon, Selasa (6/8). Dia meminta maaf kepada keluarga dan anak-anaknya yang masih balita. Bersama seorang rekannya, Mf (27), dia merampok seorang driver ojek online, Nabil Gibran warga Danurejan Yogya di Ringroad Selatan Wojo Bangunharjo, Sewon, Bantul.
“Pokoknya saya kapok tenan, anak saya masih kecil-kecil. Saya mohon maaf kepada keluarga dengan kejadian ini,” ujarnya kepada Merapi  di Mapolsek Sewon.
Wajahnya terlihat sembab. Dia sangat menyesali perbuatan itu. Pelaku mengaku spontan merampok korban. “Tak ada rencana, semua spontan,” ujarnya lirih.
Panit 1 Reskrim Polsek Sewon Ipda Ryan Handono SH didampingi Panit 2 Reskrim Ipda Rudiyanto SH menambahkan, saat kejadian itu, korban dihentikan pelaku, diancam dibunuh kemudian handphonenya dirampas.

Dijelaskan, kasus perampokan itu terjadi pertengahan Juli 2019 di Ringroad Selatan Wojo Bangunharjo, Sewon sekitar pukul 02.00. Pagi itu korban memacu motornya dari barat ke timur seorang diri. Dia kemudian mendahului pelaku yang naik motor berboncengan. Melihat korban melaju sendirian, muncul niat Mf untuk merampoknya. Dia kemudian memberikan instruksi kepada Sj alias Kuncung untuk memepet kendaraan korban.
Setelah dekat, motor korban dihentikan dan Sj pura-pura tanya alamat. Sementara dari belakang, Mf merangkul korban sambil mengambil handphone. Menyadari dirampok, korban berusaha memberikan perlawanan. Namun Mf langsung menghunus pedang dan mengancam akan membunuh dengan ditebaskan ke arah korban. Gertakan itu membuat nyali pengendara ojek online itu ketakutan. Dia merelakan HP miliknya dirampas pelaku dan kabur ke timur. Sedang tersangka balik ke barat melawan arus masuk perkampungan. “Setelah itu kedua tersangka masuk Jalan Imogiri Barat lagi dan senjata pedang dibuang di area persawahan Semail Sewon,” ujar Ryan.

Setelah peristiwa itu, korban pun langsung melapor. Serse Polsek Sewon bergerak cepat di lapangan melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi dimintai keterangan terkait dengan kasus pencurian dengan kekerasan itu. Dalam waktu singkat, polisi berhasil mengidentifikasi kedua pelaku berdasarkan ciri yang disampaikan korban serta saksi di lokasi kejadian.
“Kami meringkus Mf di rumahnya dan sore harinya Sj menyerahkan diri ke Polsek,” ujar Ryan.(Roy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Lahan persawahan mengering di wilayah Banguntapan, Bantul. (HARIAN MERAPI-WULAN YANUARWATI)
Meski Premi Disubsidi, Petani DIY Segan Ikut Asuransi

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Keikutsertaan petani di DIY mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) masih sangat rendah. Asuransi penting untuk

Close