Bangun Rusun di Lahan Wedi Kengser, Pemkot Yogya Ajukan Kekancingan ke Kraton

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Pemkot Yogyakarta mempersiapkan lokasi lahan di Kelurahan Muja Muju Kecamatan Umbulharjo yang akan dibangun rumah susun (rusun). Salah satunya dengan mengajukan izin pemakaian lahan atau kekancingan ke Kraton Yogyakarta karena lahan yang akan digunakan adalah tanah wedi kengser.

Kepala Bidang Pertanahan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Petarung) Kota Yogyakarta Sarmin mengatakan, berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional (BPN) tanah lokasi yang akan dibangun rusun adalah milik kasultanan Kraton Yogyakarta (Sultan Ground). Oleh sebab itu dalam pemanfaatanya Pemkot Yogyakarta mengajukan surat kekancingan ke Kraton Yogyakarta.

“Tanahnya berupa lahan kosong. Kami dari Dinas Petarung sedang berupaya memproses tahapan-tahapan untuk permintaan kekancingan ke kraton,” kata Sarmin, Selasa (6/8).

Rusun ini nantinya diperuntukkan bagi warga terdampak penataan kawasan kumuh di bantaran Sungai Gajah Wong. Warga yang rumahnya terpangkas lebih dari 50 persen akan direlokasi ke rusun tersebut.

Sarmin menambahkan, syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mengajukan kekancingan yakni surat keterangan tanah dan peta bidang, rekomendasi tata ruang dan rekomendasi pemanfaatan lahan. Setelah syarat itu dipenuhi Dinas Petarung Kota Yogyakarta akan mengajukan permintaan surat kekancingan ke Kraton Yogyakarta dengan tembusan ke Dinas Petarung DIY.

“Perkiraan butuh waktu tiga bulan. Tapi untuk proses setelah diajukan ke kraton, menjadi otoritas kraton,” terangnya.

Dia menyatakan dokumen yang akan dipegang Pemkot Yogyakarta sesuai peraturan gubernur terkait tanah kasultanan adalah surat kekancingan terbitan Kraton Yogyakarta. Hal itu, lanjutnya, terlepas dari ke depan misalnya ada aturan baru mengenai kekancingan yang bisa ditingkatkan menjadi serfitikat atau lainnya. Pemkot Yogyakarta akan mengikuti ataran yang sedang digodok Pemda DIY dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

“Lahan statusnya tetap milik kraton, Pemkot Yogyakarta hanya memiliki hak pakai tanah kraton. Kami juga mencatatkan pemakaian lahan itu untuk inventarisir tapi nilai rupiahnya nol karena milik kraton,” papar Sarmin.

Dia menyebut luas lahan yang akan dibangun rusun itu memiliki luas sekitar 350 meter persegi dalam satu blok area di wilayah Muja Muju. Lokasi lahan sekitar 25-30 meter dari Sungai Gajah Wong, sehingga sudah masuk daerah yang bisa didirikan bangunan. (Tri)

Read previous post:
Lahan sawah milik Pemkot Yogyakarta di Jalan Tegalturi Giwangan yang akan dibangun embung. (HARIAN MERAPI-TRI DARMIYATI)
Warga Antusias Sambut Embung Giwangan

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) - Warga Giwangan mendukung rencana pembangunan embung di Tegalturi yang rencananya dilakukan mulai pekan depan. Warga juga

Close