Ayo Kunjungi Anambas, Yuk Berburu Buah Langka

ANAMBAS (HARIAN MERAPI) – Ingin merasakan sensasi rasa segar buah langka? Buahnya berukuran kecil, tetapi aromanya harum. Masa berbuahnya menurut periode tahun tertentu. Untuk menemukannya, ayo berkunjung langsung ke Anambas, lantaran buah tersebut sedang banyak dijumpai di sana.

Anambas, Kepuauan Riau (Kepri), banyak menyimpan kekayaan flora. Salah satu yang unik dan paling ditunggu adalah Buah Sedak. Buah hutan tersebut memiliki karakter unik. Masa berbuahnya setiap 5 tahun sekali. Tempat tumbuhnya berada pada dataran tinggi. Salah satu tempat tubuh terbaiknya berada di Pulau Jemaja, Anambas.

“Buah Sedak tergolong langka. Karakter tempat tumbuhnya harus khusus. Masa berbuahnya juga lama, yaitu setiap 5 tahun sekali. Buah Sedak ini menjadi salah satu yang paling dicari saat Festival Padang Melang akhir bulan lalu. Selain masyarakat lokal, wisatawan juga tertarik untuk mncobanya,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Anambas Masykur.

Buah Sedak memang menjadi salah satu pesona Festival Padang Melang 2019, 17-20 Juli. Lokasi event di Pantai Padang Melang, Jemaja, Anambas, Kepri. Ada beberapa spot yang menjual buah tersebut di venue event. Harga yang ditawarkan Rp10 Ribu per Kilogramnya. Bentuk Buah Sedak unik dengan kulit hijau tebal. Meski demikian, buahnya berwarna kuning terang. Rasanya manis menyegarkan.

“Kekayaan flora Anambas memang besar. Dengan iklim dan topografi khas, wajar bila buahnya juga unik. Bisa menjumpai Buah Sedak seperti saat ini tentu menyengangkan. Apalagi, masa buahnya 5 tahun sekali. Menunggu 5 tahun tentu bukan waktu pendek. Tapi, semua terbayarkan dengan rasa khasnya,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Daging Buah Sedak tidaklah tebal. Justru bijinya yang besar. Aromanya harum. Sekilas buah tersebut mirip Mangga Kuweni (Mangifera Odorata). Namun, Mangga Kuweni memiliki serat besar menonjol dan daging buahnya basah. Berbeda dengan Buah Sedak yang memiliki tekstur halus dengan dagingnya kering. Dan, ukuran buah Mangga Kuweni lebih besar dari Sedak.

“Mumpung ada kesempatan, silahkan datang ke Anambas, tepatnya di Pantai Padang Melang. Silahkan menikmati buah 5 tahunan tersebut hingga puas. Sembari menikmati kesegaran Buah Sedak, wisatawan juga bisa menikmati eksotisnya Pantai Padang Melang. Destinasi ini menawarkan banyak aktivitas,” kata Rziki lagi.

Untuk menikmati Buah Sedak sangatlah simpel. Tinggal kupas layaknya Buah Mangga. Usai dikupas, cuci bersih Buah Sedak dengan cara direndam pada air bersih. Sebelum dipotong, pukul-pukulah bagian buahnya dengan menggunakan pisau. Tujuannya, untuk mengeluarkan getah-getah yang ada di bagian dalam buahnya. Cuci kembali Buah Sedak, lalu potonglah sesuai selera. Buah Sedak pun siap dinikmati.

“Memilih Pulau Jemaja atau Pantai Padang Melang sebagai destinasi liburan adalah opsi terbaik. Spot di sini menawarkan banyak experience luar biasa, seperti Buah Sedak ini. Dengan karakternya yang langka, buah tersebut selalu dicari para wisatawan,” jelas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Mengacu Festival Padang Melang 2019, rata-rata Buah Sedak laku hingga 16 Kilogram sehari. Durasi tata waktu penjualannya dari pagi hingga sore hari. Untuk hari normal, tingkat penjualannya rata-rata sekitar 8-9 Kilogram sehari. Dessy memaparkan, destinasi Pulau Jemaja banyak menawarkan kejutan. Sebab, area ini banyak memiliki flora khas.

“Kekayaan flora Pulau Jemaja sangat luar biasa. Hal ini tentu menjadi potensi besar bagi pariwisata di Anambas. Selalu ada kejutan di sana. Destinasi tersebut selalu menawarkan sisi eksotis yang berbeda dari manapun,” paparnya.

Melengkapi kejutannya, Pulau Jemaja juga menawarkan keunikan Buah Kembang Semangko. Kembang Semangko baru berbuah setiap 2 tahun sekali. Buah Kembang Semangko biasanya dibuat minuman. Ada banyak khasiat dari buah ini, diantaranya menurunkan panas dalam. Penyajiannya dikombinasi dengan santan, gula batu, dan gula kelapa/aren.

“Dengan segala keunikannya, kami merekomendasikan Pulau Jemaja sebagai destinasi berlibur. Ada banyak destinasi yang bisa dieksplorasi. Suasananya alami. Aksesibilitasnya bagus, apalagi ada flight dari Batam setiap harinya. Penginapannya memadai, apalagi ada juga opsi homestay. Di situ, wisatawan bisa dekat dengan budaya keseharian masyarakatnya,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
‘Jarimu Harimaumu’

ADA ungkapan menarik dan populer bagi para netizen atau mereka yang sering berselancar di dunia maya, yakni ‘Jarimu harimaumu’. Maksudnya,hanya

Close