Hirup Gas Beracun, 4 Pekerja Tewas di Kapal

SEMARANG (MERAPI)- Empat pekerja yang sedang memperbaiki kapal tongkang ‘Zulkifli 2’ di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, tewas pada Senin dini hari (29/7). Diduga mereka menghirup gas beracun yang sangat mematikan saat tengah bekerja. Polisi belum memastikan asal gas beracun itu. Tim SAR kesulitan mengevakuasi para korban karena kuatnya gas beracun di dalam kapal.
Keempat korban itu masing-masing Mardjono (61) asal Bekasi serta Lamani (32), Muhammad Nur Huda (22) dan Jadi(32) ketiganya warga Desa Pentur, Simo, Boyolali. Keempat mayat korban kemudian dikirim ke kamar mayat RSUP Dr Kariadi Semarang untuk diotopsi.
Kepala Badan SAR Nasional Jawa Tengah, Aris Sofingi, membenarkan tewasnya empat pekerja perusahaan doking kapal PT Kodja Bahari tersebut.

Menurut dia, keempat jenazah korban yang berada di ruang palka kapal berhasil dievakuasi pada Senin pagi. Dia mengatakan, keempat pekerja tersebut mulai bekerja sejak Minggu siang (28/7). “Sampai sore hari ternyata tidak ada kabar dari keempat orang tersebut,” katanya.
Dijelaksan, pada malam harinya sekitar pukul 21.30, Wiratno (46), mandor pekerja yang sedang menunggu keempat pekerja itu bingung. Kemudian Wiratno menyuruh Puji Waloyo (37) mengecek dan mencari para korban, tetapi keempat temannya masih juga tidak ditemukan. Saksi hanya menemukan barang- barang yang diduga milik para korban.

Melihat kenyataan ini, Puji lalu menghubungi Kabag Produksi PT Koja Bahari bernama Irwan dan selanjutnya dilakukan pengecekan kembali bersama-sama ke atas kapal tongkang “Zulkifli 2” yang sedang dalam perbaikan. Ketika membuka pintu palka, mereka kaget melihat keempat pekerja doking yang dicari tergeletak tidak bergerak di dalam kapal tongkang tersebut. Para saksi tidak berani melangkah lebih jauh, apalagi di sekitar lokasi tercium bau gas yang menyengat. Diduga gas beracun. Kemudian, kasus ini dilaporkan Basarnas.
Tim Basarnas Jateng yang berupaya mengevakusi keempat mayat korban kesulitan karena kuatnya pengaruh gas beracun tersebut. Untuk menghindari kemungkinan terjadi, tim rescuer Basarnas terpaksa melakukan evakusi dengan melengkapi alat mountenering dan alat bantu nafas Self Contain Breating Aparatus (SCBA).

Keempat mayat korban berhasil dievakuasi selang dua jam sejak ditemukan, yakni pukul 02.55.
“Di ruang palka yang sempit masih tercium bau gas beracun yang sangat menyengat, sehingga cukup membahayakan para rescuer yang turun melakukan evakuasi sehingga mereka kami bekali SCBA,” ujar kepala seksi Operasi dan Siaga Basarnas Jateng Agung Hari Prabowo. Hingga kemarin, kasus kematian tidak wajar keempat pekerja galangan kapal itu masih terus diusut pihak berwajib. Agung pun mengatakan belum mengetahui asal gas beracun tersebut.(Sky)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pengembangan Ekowisata Danau Toba Kian Menggeliat

TOBASA (HARIAN MERAPI)-Perkembangan Kawasan Wisata Super Prioritas Danau Toba semakin menggeliat. Keberadaannya terus didorong untuk berdenyut kencang. Seluruh progresnya terus

Close