Sungai Jadi Sarana Wisata Potensial

Pimpinan Forkopimda Kabupaten Karanganyar mengikuti mancing ikan di Mojogedang. (Foto: Abdul Alim)
Pimpinan Forkopimda Kabupaten Karanganyar mengikuti mancing ikan di Mojogedang. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Larangan mencemari sungai secara masif maupun individual, kembali dipertegas. Sebab, hal itu berkorelasi dengan tingkat kebutuhan air yang terus meningkat.

“Jadi kami berpesan agar masyarakat mampu menjaga sedekah alam ini dengan tidak mencemari sungai dalam bentuk apapun. Saya tegaskan untuk tidak merusaknya,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono Juliyatmono saat menghadiri penebaran benih ikan lele dan lomba mancing di Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Sabtu (27/7).

Daerah Aliran Sungai (DAS) di Karanganyar menunjukkan kondisi mengkhawatirkan. Tingkat pencemaran akibat limbah sulit diatasi. Hal itu diperparah aktivitas mengambil ikan dengan cara buruk seperti meracun dan menyetrum. Dua cara tersebut memutus perkembangbiakan ikan dan udang serta ekosistem sungai.

Ia mengaku tengah melakukan konservasi sungai dan waduk di Karanganyar. Salah satunya, menebar ribuan bibit ikan di sana. Ia optimistis pengembangan wisata alam potensial mengarah ke sungai dan waduk. Gerakan itu membutuhkan dukungan masyarakat.

“Hampir semua aliran sungai sudah disebari ikan. Kita atur dan kita larang mengambil ikan dengan cara menyetrum atau meracun. Karena akan mengganggu ekosistem sungai. Perangkat pemeritah dan Satpol PP siap melakukan tindakan tegas,” terangnya.

Selanjutnya Plt Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Karanganyar, Siti Maesaroh mengatakan, Angka Konsumsi Ikan (AKI) di Karanganyar sekitar 18 kilogram perkapita per tahun. Jumlah ini masih rendah dibanding AKI Jateng sekitar 30 kilogram perkapita per tahun.

“Di Jateng sekitar 30 dan nasional 54,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan Jateng, Arif Rahman Hakim berharap, melalui lomba mancing dan tebar ikan dapat mengajak masyarakat intensif mengonsumsi ikan.

“Dengan memancing di perairan umum, masyarakat bisa menangkap ikan dengan peralatan yang ramah lingkungan. Kita tidak ingin masyarakat menangkap ikan dengan racun dan setrum. Mari kita jaga sungai agar tetap lestari dan jangan membuang sampah di sungai,” terangnya. (Lim)

Read previous post:
Tari Kabasaran Sambut Tamu Penting Manado Fiesta 2019

MANADO (HARIAN MERAPI)-Ada yang menarik jelang pembukaan Manado Fiesta 2019 pada Sabtu (27/7/2019). Seluruh petinggi atau pejabat yang datang disambut

Close