Absennya Rafael da Silva Tak Peringan Kerja Bek PSS

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – PSS Sleman tak merasa diuntungkan dengan absennya striker utama Barito Putera, Rafael da Silva akibat akumulasi kartu saat kedua tim bertemu di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (25/7) besok. Pasalnya, tim pelatih melihat masih ada deretan striker berbahaya yang dipunyai skuad besutan Yunan Helmi itu seperti Prisca Womsiwor, Samsul Arif, Yakob Sayuri, maupun Kahar Muzakkar.

Di sisi lain PSS masih tidak akan diperkuat Alfonso de La Cruz akibat cedera. Sedangkan duet Asyraq Gufron dan Purwaka Yudi di benteng pertahanan kemalingan enam gol dalam dua pertandingan.

“Masih lampu kuning skuad yang sekarang. Barito masih tim kuat meski sekarang mereka di bawah kita di klasemen dan tidak diperkuat striker utama. Kami punya bek yang penampilannya harus lebih kuat dari dua pertandingan. Tidak ada banyak pilihan sebenarnya, tapi Ikhwan Ciptady pelan-pelan sudah mulai membaik kondisinya tapi situasi ini enggak bisa dibilang menguntungkan juga buat kami,” terang pelatih kepala PSS, Seto Nurdiyantoro, Kamis (25/7) sore.

Dari catatan statistik, pengaruh Rafael da Silva bagi Barito Putera sangat besar. Ia mencetak enam dari 13 gol yang dilesakkan tim asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu dalam 10 pertandingan. Seto melihat wajar bila banyak yang memprediksi Barito tidak bisa apa-apa tanpa Rafael apalagi bermain di Stadion Maguwoharjo di depan puluhan ribu suporter tuan rumah. Meski tampil tanpa Rafael, para pemain PSS sama waspadanya dengan Seto. Irkham Zahrul Milla misalnya, melihat Barito masih punya pemain lain yang sewaktu-waktu bisa membuat perbedaan. Namun, ketika ditanya soal pertandingan besok ia yakin bisa mengatasi Barito dengan catatan tim bisa bermain lepas.

“Kami yakin bisa menang setelah kalah dua pertandingan. Pemain sendiri mau tidak mau harus siap dan pintar-pintar menjaga kondisi biar bisa maksimal. Kami harus mewaspadai gelandang mereka seperti Rizky Pora dan Evan Dimas karena punya pengalaman, mereka bisa saja bikin perbedaan. Kalau stadion dipenuhi suporter besok bisa menambah daya juang kami,” katanya, Kamis (25/7).

Kapten tim PSS, Bagus Nirwanto mengamini Seto dan Milla. Ia melihat deretan striker pengganti Barito wajib diwaspadai secara penuh selama 90 menit. Bagus juga menyadari bahwa selama dua pertandingan lawan PSIS dan Bal United yang berakhir dengan kekalahan timnya belum tampil maksimal dan kerap menyiakan peluang. Ia tidak mau mengulangi kesalahan sama ketika menghadapi Barito Putera.

“Kami mau berubah, kekalahan kemarin tidak boleh memengaruhi kami lawan Barito besok. Bek harus kuat, tidak ada istilah kerja ringan di atas lapangan dengan lawan seperti mereka,” kata Bagus.

Namun PSS tidak bisa tampil dengan kekuatan terbaik. Yevhen Bokhasvili terancam absen karena tidak fit setelah bermain maraton di lima pertandingan dalam waktu 14 hari. Bek Alfonso de La Cruz lebih dulu menepi setelah ditarik keluar lawan Persebaya. Lalu Kusheda Hari Yudo juga menepi. Pemain lain seperti Rudi Widodo, Arsyad Yusgiantoro, Rangga Muslim, Dave Mustaine, Nerius Alom, dan Wahyu Sukarta belum menemukan kebugaran terbaik mereka. PSS juga harus bermain hati-hati lantaran sejumlah pemain terancam akumulasi kartu.

Tidak hanya PSS yang menargetkan poin penuh. Tim tamu juga punya target sama. Hanya saja, skuad Barito Putera juga tidak akan diperkuat Rony Baroperay dan Dandi Maulana akibat akumulasi kartu. Selain itu sejumlah penggawa juga mengalami penurunan kondisi akibat padatnya jadwal.

“Mereka (Rafael, Rony, Dandi) akumulasi kartu kuning. Pemain lain ada yang kurang fit karena jadwalnya wah sangat padat. Kami sedang meracik pemain mana yang cocok dibawa ke Sleman besok (hari ini) kami berangkat dari Banjarbaru,” kata Yunan.

Jadwal pertandingan Liga 1 di bulan Juli sangat padat. Rata-rata tiap tim melakoni enam sampai tujuh pertandingan selama satu bulan. Akibatnya buruk di mana banyak tim mengeluh karena berefek pada kebugaran pemain. PSS yang moncer di awal liga, mulai keteteran karena jadwal yang ketat. Wajar bila tiap pertandingan PSS maupun tim lain tidak bisa tampil full team karena persoalan ini.

“Bukan hanya kami yang kena dampak dari padatnya jadwal. Tim yang sudah lama di Liga 1 juga mengeluhkan jadwal padat yang bikin mereka hampir tiap pertandingan tidak bisa full team. Soal adaptasi ini lumayan kok, pemain sudah mulai terbiasa dengan tekanan dan beban di tiap pertandingan. Hanya saja jadwal padat membikin peluang pemain tampil bugar terus itu susah, coba tanyakan sama klub-klub lainnya kalau tidak percaya,” kata Seto yang kemudian dibenarkan Yunan. (Des)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Dua Noken Raksasa Siap Pecahkan Rekor MURI di Festival Lembah Baliem 2019

JAKARTA (HARIAN MERAPI)– Pelaksanaan Festival Lembah Baliem (FLB) 2019 akan terasa istimewa karena, berbagai kekayaan budaya Papua bakal mewarnai festival

Close