PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL: SD Budi Utama Ikrar Sekolah Ramah Anak

MERAPI-TEGUH  Suasana peringatan Hari Anak Nasional 2019 di SD Budi Utama.
MERAPI-TEGUH
Suasana peringatan Hari Anak Nasional 2019 di SD Budi Utama.

MLATI (MERAPI) – Tak kurang 300 siswa dari kelas IV, V dan VI SD Budi Utama, Sinduadi, Mlati, Sleman berderet di sepanjang jalan Wijayakusuma membentangkan hasil karya coretan tangan mereka, seraya menyanyikan sejumlah lagu anak-anak serta menyapa pengguna jalan yang lewat dengan sapaan dan lambaian tangan. Aksi anak-anak ini dilakukan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional, pada 23 Juli 2019 di sekolah itu.

Sebagaimana diungkap Kepala Sekolah SD Budi Utama Mr. Frengky, S.Si.,M.A kepada Merapi di sela-sela acara, Selasa (23/7), kegiatan ini merupakan bentuk lain dari cara memperingati Hari Anak Nasional di sekolah yang dipimpinnya. Anak-anak milenial saat ini harus kembali dikenalkan kepada lingkungannya. Sehingga mereka dapat tumbuh sebagai mana anak-anak kebanyakan yang memiliki hak-haknya untuk dapat tumbuh secara sehat dan menjadi pribadi yang berkarakter. Bukan anak-anak yang memiliki pribadi tertekan dan penakut.

“Penciptakan lingkungan sekolah yang baik dan sehat itu penting agar anak-anak menjadi senang dan bergembira dalam belajar serta rajin sekolah,” ucap Frengky.
Ditandaskan dia, sekolah hendaknya menjadi kegiatan yang menggembirakan dan bukan sebaliknya malah memberikan beban kepada siswa peserta didik. Usia anak-anak menurut hemat Frengky, merupakan masa bermain dan pengkayaan dalam eksplorasi pengalaman hidup. Sehingga dengan memberikan ruang gerak yang leluasa pada anak untuk belajar dari pengalamannya itu merupakan metode tersendiri dalam pembelajaran.

“Penerapan program ini dalam keseharian, para guru ditekankan untuk lebih banyak mengajak interaksi dengan murid di kelas. Model pembelajaran ramah anak yang diterapkan adalah mengarahkan anak menjadi lebih banyak mengeksplorasi, rajin bertanya dan kritis,” tutur dia.

Berbagai kegiatan lain seperti membuat mainan unik dari berbagai bahan lokal yang hasilnya dapat dibawa pulang, melakukan permainan tradisional gobak sodor, engklek dan bola bekel. Selain itu untuk siswa kelas I diajak untuk membaca bersama dalam kegiatan literasi, sedangkan siswa kelas II diajak untuk menyaksikan film pendek bertema edukasi. Sebelumnya para siswa dan guru melakukan kegiatan bersama dengan melakukan Ikrar bersama untuk mewujudkan sebagai Sekolah Ramah Anak. Pembacaan ikrar dilakukan kepala sekolah, diikuti para siswa dan guru.

Sementara itu menurut Public Relation SD Budi Utama, Lisya Herlin, S.Si, komitmen Sekolah Budi Utama sebagai Sekolah Ramah Anak mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2019/2020 ini. Hal ini mengingat pentingnya fungsi sekolah sebagai penyedia lingkungan yang baik untuk membentuk murid-murid peserta didik menjadi pribadi yang sehat. Selain itu program ini juga untuk mendukung program pemerintah bahwa anak-anak usia rentan memerlukan penganyoman dari orang dewasa dalam periode tumbuh kembangnya.

“Dalam simboliknya peringatan hari anak nasional ini, para siswa dan guru serta perwakilan orangtua murid saling bergandengan tangan berderet dari pintu gerbang sekolah hingga gerbang KB-TK Budi Utama sepanjang dua ratus meter, sambil bernyanyi dan bergembira menyapa pengguna jalan”, pungkas Lisya. (C-3)

Read previous post:
Atasi Kekeringan di Gunungkidul, 1 Sumur untuk 87 KK

PATUK (MERAPI) - Pengeboran dan pemasangan pompa air di Dusun Krakalan, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DIY, sangat dirasakan

Close