Liga Askab PSSI Sleman Gelar 367 Pertandingan

Perwakilan PSSI Sleman ketika menggelar jumpa pers kemarin. (Foto: Swadesta Aria Wasesa)

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Askab PSSI Sleman kembali menggelar Liga Sleman Sembada dalam waktu dekat. Rencananya liga tahunan yang kerap menyerap animo publik ini akan dibuka dengan Liga 2 bulan Agustus 2019 diikuti Liga 1 di bulan September, Liga Utama di Oktober, dan dipuncaki Liga Super pada November 2019 mendatang.

Sebanyak 367 pertandingan akan berlangsung di 12 lapangan di Kabupaten Sleman yaitu Sidoluhur, Raden Ronggo, Moyudan, Banyuraden, 403, Bercak, Taragan, Moyudan, Getas, Sinduadi, Mlati, dan Balecatur.

Dibanding tahun lalu, Askab PSSI Sleman punya banyak hal baru yang bertujuan meningkatkan kualitas sepakbola di Sleman. Kebaruan pertama adalah semua tim peserta yang telah terdaftar wajib melakukan pendaftaran online untuk memudahkan pengarsipan. Kedua, semua pelatih klub peserta di tiap kasta wajib berlisensi D nasional.

Ketiga, khusus klub Liga Super harus punya tim U-16 yang juga akan dikompetisikan bersamaan dengan kick off Liga Super. Keempat, tim dari Liga Utama sampai Liga 2 harus memiliki minimal tiga pemain yang berusia di bawah 21 tahun.

“Pembaruan ini kami lakukan untuk makin meningkatkan kualitas kompetisi. Misalnya seperti pelatih, saat ini para pelatih yang berlisensi D di Sleman sudah sangat banyak apalagi kemarin kami baru meluluskan lisensi sekitar 60 pelatih. Jadi cukup yakin dengan keputusan ini. Lalu soal yang pemain usia 21 hanya tim dari liga super yang tidak karena mereka harus punya tim U-16 yang juga akan dikompetisikan, semacam elite academy-nya tim liga super di Sleman. Sebelum liga dimulai juga ada workshop nantinya,” beber Ariono selaku Bidang Kompetisi PSSI Sleman saat jumpa pers di Sleman City Hall, Senin (22/7).

Selain meningkatkan kualitas kompetisi, liga nantinya diharap bisa terus menelurkan para pemain potensial asal Sleman yang bisa berkarier di dunia profesional maupun menambah kekuatan sepakbola DIY di Pra PON.

Sejumlah nama yang tidak asing dalam dunia sepakbola lahir dari kompetisi yang digarap PSSI Sleman. Sebut saja Wahyu Sukarta, Chandra Lukmana, Vicky Aditya, atau Bagas Adi Nugroho. Wahyudi Kurniawan, Ketua Umum (Ketum) PSSI Sleman mengatakan kompetisi adalah roh organisasi sepakbola. Apalagi di Sleman yang atmosfer sepakbolanya cukup kental dan selalu menarik atensi masyarakat menyaksikan pertandingan.

“Kompetisi harus berjalan karena di sanalah rohnya. Kami memutar liga tidak sembarangan putar, ada tujuannya seperti menambah kualitas kompetisi atau pemain. Sejak tahun 2017 kami jadi salah satu askab yang bisa menggandeng sponsor untuk memutar kompetisi dan sekarang kami masih membuka diri untuk kerjasama dengan sponsor yang mau berkolaborasi bersama,” sambung Wahyudi Kurniawan. (Des)

Read previous post:
Gelar Sales Mission di Singapura dan India, Kemenpar Ingin Perkokoh Program Tourism Hub

JAKARTA (HARIAN MERAPI) – Kementerian Pariwisata menggelar Sales Mission di dua mengara, Singapura dan India, guna memperkokoh program Tourism Hub.

Close