TAMAN WISATA SINGOSARI – Objek Wisata Baru Desa Wukirsari

MERAPI-AWAN TURSENO  Pengunjung menikmati wisata air di Taman Singosari.
MERAPI-AWAN TURSENO
Pengunjung menikmati wisata air di Taman Singosari.

IMOGIRI (MERAPI) – Merebaknya destinasi wisata di wilayah Kabupaten Bantul terutama di sekitar Kecamatan Dlingo dan Imogiri, memacu desa lain untuk menggali potensi alam sekitarnya. Seperti halnya Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri, kini sedang mempersiapkan lokasi wisata baru.

Mengambil lokasi tepi Sungai Opak di Dusun Singosaren, obyek wisata bernama Taman Singosari ini siap di luncurkan (louncing) pada 7 September 2019 bersamaan acara merti dusun yang jatuh di hari yang sama.

Menurut Lurah Desa Wukirsari, Susilo Hapsoro, pada acara tersebut akan dimeriahkan dengan senam masal secara gratis diikuti sekitar seribu orang. Dan dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Seno Nugroho.

Susilo Hapsoro juga mengungkapkan dengan di bukanya obyek wisata Taman Singosari diharapkan perekonomian warga akan terangkat dan bisa membuka lapangan kerja bagi warga khususnya Singosaren.

“Dengan kami buka wisata Taman Singosari, mudah-mudahan perekonomian masyarakat dapat terangkat dan mampu membuka lapangan kerja bagi warga Singosaren,” ungkap Susilo kepada Merapi dilokasi Taman Singosari, Minggu (21/7).

Dukuh Singosaren, Ar Rohmad menjelaskan, dibangunnya Taman Singosari atas gagasan dan mandat dari lurah setempat. Yakni di sebelah timur jembatan Karang Semut pinggir Sungai Opak agar dibersihkan dan dibangun wisata air serta taman yang diberi nama Taman Singosari.

“Mandat pak lurah kita laksanakan. Apalagi warga sudah menunggu lama agar segera terwujud obyek wisata di dusunnya,” katanya.

Pembangunan wisata ini terletak di tanah milik warga yang telah disewa selama 10 tahun oleh kepala dusun Singosaren dengan luas sekitar 3000 meter persegi. Ditempat itu akan dibangun beberapa fasilitas umum seperti ruang rapat dan kios-kios kecil serta warung kopi.

“Kita akan bangun semacam cafe yang bisa digunakan untun nongkrong sambil meniknati suasana malam. Ibu-ibu yang selama ini cuma di rumah bisa ikut berjualan disitu,” imbuh Ar Rohmad.

Sampai saat ini biaya yang keluar sudah mencapai sekitar Rp 175 juta berasal dari uang pribadi Dukuh Singosaren. Sedangkan dari Pemerintah Desa Wukirsari membantu kamar mandi dan toilet. (Awn)

Read previous post:
Penguasaan Bola PSIM Masih Jadi ‘PR’

TUBAN (HARIAN MERAPI) - Sentuhan pertama Aji Santoso sebagai pelatih anyar PSIM Yogya membawa aura positif setelah mampu mendulang tiga

Close