Penguasaan Bola PSIM Masih Jadi ‘PR’

Pemain PSIM, Rudiyana (kanan) coba melewati pemain Persatu. (Foto: Istimewa)

TUBAN (HARIAN MERAPI) – Sentuhan pertama Aji Santoso sebagai pelatih anyar PSIM Yogya membawa aura positif setelah mampu mendulang tiga poin pada lawatan di kandang Persatu Tuban, Stadion Bumi Wali, Tuban, Sabtu (20/7) lewat kemenangan 2-0. Meski demikian, skuad Laskar Mataram masih memiliki ‘pekerjaan rumah’ alias ‘PR’ terkait masalah penguasaan bola.

Menurut Aji, kemenangan yang diraih timnya berbau keberuntungan. “Kami masih belum mampu menguasai permainan lebih banyak. Kami sebenarnya beruntung bisa menang. Sangat terlihat bagaimana kami memiliki pemain berpengalaman seperti Cristian Gonzales dan Ichsan Pratama, yang mampu memaksimalkan peluang,” tuturnya sesuai laga.

Pada laga tersebut, Aji juga menyebut bahwa anak asuhnya sempat terlihat memperlambat tempo permainan seusai gol pertama. “Setelah gol pertama, aliran bola malah lambat. Ini jadi evaluasi kami di laga selanjutnya. Bagaimana aliran bola harus berjalan cepat dan lebih efektif,” beber mantan pelatih Persela Lamongan itu.

Diakui Aji, kemenangan yang diraih timnya sebenarnya lebih pada kerja keras para pemain. “Sebenarnya ini laga berat bagi saya karena baru menangani tim dua hari. Justru pemain yang berperan besar karena mereka bermain dengan penuh semangat hingga meraih kemenangan. Banyak peluang dari lawan juga mampu digagalkan anak-anak,” akunya.

Pada laga melawan Persatu, PSIM sebenarnya mendapat tekanan lebih dulu dari tuan rumah. Peluang emas sempat didapat Laskar Ronggolawe tapi sepakannya masih mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper PSIM, I Putu Pager. Memasuki menit 14, tim tamu justru mampu unggul lewat tendangan terarah Ichsan Pratama dari luar kotak penalti.

Persatu yang dilatih Purwanto Suwondo coba kembali menggebrak. Lagi-lagi barisan pertahanan PSIM mampu meredam serangan Persatu. Achmad Hisyam Tolle mampu menghalau bola setelah salah satu pemain Persatu sebenarnya tinggal menceploskan ke gawang yang ditinggalkan Putu Pager. Babak pertama pun diakhiri dengan keunggulan PSIM 1-0.

Di babak kedua, Persatu terus menggempur pertahanan PSIM. PSIM lebih banyak menunggu dan melakukan serangan balik. Keasyikan menyerang, gawang Persatu malah kembali bobol untuk kedua kalinya pada menit 74. Kali ini giliran Cristian Gonzales yang memanfaatkan umpan jarak jauh Putu Pager. Sempat mengecoh satu pemain Persatu, Gonzales dengan cermat melepaskan tendangan mendatar ke pojok gawang sisi kiri Persatu yang tak mampu dihalau. Keunggulan 2-0 PSIM bertahan hingga bubaran.

Pelatih Persatu, Purwanto Suwondo kecewa dengan hasil yang didapat timnya. Meski mendapatkan banyak peluang, Persatu gagal mencetak satu pun gol. ”Ya seperti yang dilihat, kami bisa mengurung PSIM di babak kedua. Tapi penyelesaian akhir yang tidak maksimal, membuat kami tak bisa cetak gol,” ujarnya.

Sementara itu, Kapten PSIM, Cristian Gonzales mengingatkan kepada para rekan satu tim untuk tidak larut dalam euforia kemenangan. “Alhamdulillah akhirnya saya bisa cetak gol dan membawa kemenangan bagi tim. Kami harus tetap fokus menatap laga berikutnya lawan Madura FC,” ungkapnya.

Usai melakoni pertandingan lawan Persatu, PSIM dijadwalkan bakal menantang tuan rumah Madura FC pada Rabu (24/7) mendatang. “Rombongan langsung bertolak ke Madura karena estimasi jaraknya lebih jauh kalau kami harus pulang dulu ke Yogya. Dari segi recovery juga lebih efektif. Kemenangan di Tuban jadi modal untuk bisa meraih hasil maksimal di Madura besok,” terang Manajer PSIM, David MP Hutauruk. (Oro)

Read previous post:
Ayo Datang ke Perjalanan Dari Masa ke Masa Solo Batik Carnival

SOLO (HARIAN MERAPI)- Kota Solo sebagai pusat perbatikan memiliki sebuah event yang sudah berusia lebih dari satu dekade yakni Solo

Close