Pendampingan Jemaah Sakit, Semangat untuk Sembuh

MERAPI-FEBRIYANTO/MCH2019  Prof Nizar mengunjungi jemaah haji Indonesia yang dirawat
MERAPI-FEBRIYANTO/MCH2019
Prof Nizar mengunjungi jemaah haji Indonesia yang dirawat

MADINAH (MERAPI)- Pelayanan kesehatan kepada jemaah haji Indonesia terus dioptimalkan. Bukan hanya dari sisi medis semata, tapi pendampingan nonmedis juga dimaksimalkan.

“Pelayanan kesehatan sudah bagus. Jemaah juga mendapatkan pendampingan dari sisi nonmedis agar menjadi penyemangat,” ucap Dirjen PHU Kemenag RI Nizar Ali sela visitasi di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Sabtu (20/7) waktu setempat.

Hal tersebut menurut Nizar karena pasien yang merupakan jemaah haji jauh dari keluarga di tanah air. Sehingga merek perlu support dari sesama yang tentu akan mampu memberikan motivasi untuk sembuh.

Selain itu Nizar juga menekankan pentingny bimbingan ibadah bagi jemaah yang dirawat. Dengan demikian mereka makin memiliki pegangan sehingga tidak terbebani pikiran yang beemacam-macam.

“Pelayanan termasuk juga hingga pendorongan ke Mekkah bagi jemaah yang dirawat. Semua sudah sesuai prosedur, termasuk dalam hal ibadahnya,” ucap Nizar.

Sementara Direktur KKHI Madinah dr Amsyar Akil menegaskan seluruh layanan di KKHI maupun di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) tidak dipungut biaya bagi jemaah haji. Karen itu pihaknya mengharapkan jemaah tidak perlu memikirkan persoalan biaya sehingga cepat sembuh.

“Biasanya sudah kepikiran dulu. Jangan-jangan dirawat lama mahal. Apalagi jauh dari Indonesia. Hal itu yang kadang membuat beban dan justru tidak membantu proses penyembuhan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari menyebut pihaknya makin mengintensifkan pelayanan keamanan bagi jemaah haji, khususnya saat berada di Nabawi. Hal tersebut direalisasikan melalui kerjasama dengan pihak keamanan Masjid Al Haram Nabawi.

“Harus ada koordinasi. Jangan sampai kalau ada kejadian langsung ditangani sendiri karena nantinya malah bisa berbalik kita yang kena. Karena itu harus dikomunikasikan sehingga ada kerjasama,” sebut Jauhari.

Ia menyebut, sejumlah kejadian sempat menjadi perhatian, seperti adanya oknum yang mengaku petugas dan melakukan penipuan pada jemaah. Tentu hal ini harus segera ditindaklanjuti agar tidak ada korban yang sangat merugikan.

Saat ini sebut Jauhari, pelayanan jemaah di Nabawi menjadi prioritas seiring masa puncak jemaah yang sudah terlewati. Kendati sudah jauh berkurang, namun pihaknya tidak bisa melepas begitu saja aspek pelayanan dan perlindungan jemaah yang menjadi konsen utama penyelenggaraan ibadah haji. (Feb)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Tiga Koperasi di Sukoharjo Terima Penghargaan

SUKOHARJO (MERAPI) - Tiga koperasi mendapatkan penghargaan dan hadiah atas prestasi dalam kategori kesehatan koperasi, tertib aturan dan administrasi. Penyerahan

Close