Tiga Koperasi di Sukoharjo Terima Penghargaan

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya saat menyerahkan penghargaan terhadap tiga koperasi berprestasi. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya saat menyerahkan penghargaan terhadap tiga koperasi berprestasi. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Tiga koperasi mendapatkan penghargaan dan hadiah atas prestasi dalam kategori kesehatan koperasi, tertib aturan dan administrasi. Penyerahan penghargaan diberikan secara resmi dalam peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-71 di halaman Setda Sukoharjo, Jumat (19/7). Penghargaan diharapkan dapat memacu koperasi lain agar tertib dan bisa bertahan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo mengatakan, peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-71 diperingati dengan upacara bendera dan penyerahan penghargaan kepada koperasi berprestasi. Kegiatan dipimpin langsung Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya.

Pada kesempatan tersebut bupati menyerahkan secara langsung penghargaan dan hadiah kepada tiga koperasi berprestasi. Koperasi tersebut mendapat penghargaan atas prestasi kesehatan koperasi, tertib aturan dan tertib administrasi koperasi.

Penerima penghargaan dan hadiah tersebut yakni untuk katehori KSP/USP adalah KSP Barokah Mandiri, Telukan, Grogol, kategori KSSPS/USPPS adalah KSSSPS BMT Melati Prima Utama Solo Baru, Grogol dan kategori Kantor Cabang KSP Lohjinawi Sukoharjo.

“Sebelumnya telah dilakukan penilaian secara ketat terhadap kategori yang dilombakan. Hasilnya tiga koperasi berhak mendapatkan penghargaan,” ujarnya.

Pemberian penghargaan diharapkan mampu memacu semangat koperasi lainnya di Sukoharjo. Sebab Pemkab Sukoharjo sangat serius memberikan perhatian kepada koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Sementara itu pada pelaksanaan upacara bendera peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-71 Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya membacakan sambutan Menteri Koperasi AAGN Puspayoga. Koperasi Indonesia harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya yang handal didasari oleh tekad untuk siap berubah dalam mensikapi tantangan kekinian.

“Tantangan baru yang dihadapi oleh dunia perkoperasian, tidak hanya sekadar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi semata, namun menyangkut persoalan mindset dan juga perubahan dalam sistem tata kelola,” ujarnya.

Sekarang sudah saatnya koperasi memanfaatkan teknologi digital dengan menggunakan platform e-commerce, aplikasi ritail online dan pengembangan aplikasi-aplikasi bisnis lainnya. Kementerian Koperasi dan UKM dalam lima tahun ini telah melaksanakan reformasi tata koperasi. Masing-masing reorientasi dimana merubah mindset dari orientasi pada kuantitas menjadi kualitas. (Mam)

Read previous post:
Surasa Kembangkan Proses Batik Malam Dingin

BATIK sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa sudah mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Sehingga pelestarian serta pengembangan batik pun

Close