Begal Keji Diringkus

Aparat Polres Karanganyar meringkus tersangka begal. (Foto:Abdul Alim)
Aparat Polres Karanganyar meringkus tersangka begal. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Aksi perampasan barang berharga mengincar korban di tempat sepi. Seorang ibu muda asal Dukuh Sidomulyo, Desa Dayu, Gondangrejo, Murni (22) menjadi korban aksi meresahkan tersebut.

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Dwi Haryadi dalam gelar barang bukti kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Mapolres, Jumat (19/7) mengatakan korban mengalami tindak kekerasan fisik akibat mempertahankan ponsel yang dirampas tersangka. Peristiwa itu terjadi saat korban menghentikan laju sepeda motornya untuk mengangkat telepon. Lokasinya di jembatan sisi utara Desa Rejosari, Gondangrejo pada Minggu (23/6) pukul 14.00 WIB.

Sedang asyik berbincang via sambungan telepon, tiba-tiba ia didekati seorang pria misterius bersepeda motor Honda Beat. Pria itu langsung merampas ponsel di genggaman. Korban berusaha mempertahankan barang miliknya itu dengan tidak melepaskan genggamannya. Hal itu membuat pelaku kesal. Lalu, memukul korban sampai ponsel berhasil dirampas. Tubuh korban juga terdorong dan membentur kemudi sepeda motor.

“Ponsel dibawa kabur pelaku. Sedangkan korban ditinggalkan berteriak-teriak. Tapi jalan itu sepi. Kantor desa juga tutup di hari Minggu. Pelaku selain menganiaya juga mengancamnya,” katanya.

Korban kemudian melapor ke Polsek Gondangrejo. Tidak menunggu lama tim dari reskrim Polsek Gondangrejo bersama tim Sambernyawa Polres Karanganyar langsung melakukan penyelidikan.

Dengan menggunakan tekhnologi, tim bisa mengetahui keberadaan pelaku melalui ponsel yang di rampasnya. Ia adalah Yanuar Eko Prasetyo (26) asal Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Ternyata, ia pernah dihukum penjara karena kasus penjambretan empat tahun lalu.

“Kita mengamankan tersangka bersama barang bukti, melalui pelacakan IT yang dilakukan oleh tim Sambernyawa Polres Karanganyar,” lanjutnya.

Pelaku saat ini sudah diamankan, termasuk barang buktinya dan dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. Adapun barang bukti berupa satu unit ponsel Vivo Rp 550 ribu. (Lim)

Read previous post:
HUT KE-188 KABUPATEN BANTUL: Prestasi di Tengah Semangat ‘Mbangun Desa’

BANTUL (MERAPI) - Jelang hari jadi ke-188 tahun, Kabupaten Bantul banyak menorehkan prestasi dalam peningkatan hal pelayanan publik. Namun Bantul

Close