Viky-Clorinda Putra dan Putri Lawu 2019

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah) bersama pasangan juara I PPL 2019. (Foto:Abdul Alim)
Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah) bersama pasangan juara I PPL 2019. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Pasangan Muh Viky Ardiansyah dan Matea Clorinda Devia Murti dinobatkan menjadi Putra Putri Lawu (PPL) 2019 dalam malam grand final di GOR RM Said, Sabtu (20/7) malam. Keduanya dinilai memiliki kelebihan di semua tahap penggalian bakat.

Ketua Panitia PPL 2019, Tegar Tuanggana mengakui bakat pasangan pemenang mengguli para finalis lainnya. Viky dan Matea tampil dengan nilai melebihi rata-rata sejak seleksi menuju 10 besar, unjuk bakat, city tour sampai malam grandfinal. Menurut Tegar, para juri melihat keduanya memiliki ‘faktor X’.

“Itu semacam insting juri, bahwa kedua pemenang memiliki aura positif. Faktor X namanya. Tentunya dikolaborasi dengan nilainya selama berproses. Kepribadian bagus, pembawaan diri sesuai pengharapan dan yang terpenting berkomitmen dan berintegritas dengan tugas PPL. Bukan sekadar ikut kontes-kontesan. Tapi ke depan ikut mempromosikan Karanganyar,” katanya, Minggu (21/7).

Di malam grandfinal, 10 pasang finalis menyajikan tari pembuka. Koreografi yang dipelajarinya beberapa hari sebelum pentas, cukup memuaskan penonton. Panggung tersebut menampilkan pula kostum karnaval khas Kampung Nglurah, Kelurahan/Kecamatan Tawangmangu yakni garuda dan jalak. Para finalis ditakar kemampuannya memaparkan opini dengan pertanyaan acak.

“Terkait masalah yang diberikan, mereka mampu menyampaikan pendapatnya. Viky dan Matea adalah paket lengkap,” katanya.

Juri kehormatan pada ajang ini adalah Ketua TP PKK Siti Khomsyah Juliyatmono dan calon anggota DPRD Boby Aditya Putra. Hadir di kesempatan itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

“Tugas besar menanti. Menjadi duta pariwisata Karanganyar. Selain itu, berlatih lagi untuk mewakili Karanganyar di ajang Duta Wisata Jawa Tengah,” kata Juliyatmono.

Ia meminta duta wisata jago mempromosikan obyek wisata di Bumi Intanpari. Kemampuan verbal dan kecerdasan sangat diutamakan. Orang nomor satu di Pemkab Karanganyar ini meyakini ajang Duta Wisata memberikan segudang pengalaman bagi peserta.

“Menjadi juara itu bagian dari prestasi. Namun ini adalah kesempatan mendapatkan pengetahuan berharga,” katanya.

Dalam kesempatan itu dipilih pula juara II dan III serta juara intelegensi, favorit, kepribadian dan juara fotogenik putra dan putri. (Lim)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
‘GEBYAR’ 20 TAHUN UPK PANGGANG: Aset Rp 8,9 M, 6 Desa Terima Bantuan

PANGGANG (MERAPI) - Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Pengelola Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul, berkembang menggembirakan dalam kurun 20

Close