DINAS PERTANIAN SLEMAN: 50 Ha Sawah Terancam Puso

MERAPI-ANTARA/VICTORIANUS SAT PRANYOTO  Petani di Kecamatan Kalasan, sedang mengerjakan sawahnya di lahan yang terjangkau irigasi.
MERAPI-ANTARA/VICTORIANUS SAT PRANYOTO
Petani di Kecamatan Kalasan, sedang mengerjakan sawahnya di lahan yang terjangkau irigasi.

SLEMAN (MERAPI) – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, memperkirakan selain lahan tadah hujan padi gogo, ada sekitar 50 hektare lahan sawah yang terancam kekeringan dan puso memasuki musim kemarau tahun ini.
“Untuk lahan tadah hujan padi gogo sejauh ini sudah ada 148 hektare lahan yang puso akibat kekeringan. Namun ada juga sekitar 50 hektare lahan sawah yang terancam kekeringan dan puso,” kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Heru Saptono di Sleman, Minggu (21/7).

Menurut Heru, untuk lahan tadah hujan yang puso terdapat di kawasan perbukitan Kecamatan Prambanan, sedangkan lahan sawah yang terancam kekeringan berada di Kecamatan Kalasan bagian Utara.

“Permasalahan kekeringan sawah memang petani mengalami kesulitan air. Meskipun di daerah tersebut ada Selokan Mataram yang biasanya menjadi sumber air utama untuk sawah. Namun airnya yang tidak bisa sampai ke lahan. Biasanya itu di sisi utara Selokan Mataram,” katanya dikutip Antara .

Ia mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung hampir setiap tahun. Seperti tahun lalu di daerah Desa Selomartani, Kalasan, lahan pertanian juga mengalami kekeringan. Pihaknya kemudian memberikan bantuan berupa pompa air. “Di sisi utara Selokan Mataram memang sudah ada sumur bor dalam dari Pemprov DIY, namun belum maksimal,” katanya.

Selain itu permasalahan lain juga karena para petani salah dalam memprediksi cuaca dan masih menerapkan pola tanam seperti pada 2018, dimana saat itu kendati kemarau masih ada hujan, sementara kemarau tahun ini benar-benar akan kering.
“Tahun kemarin fenomenanya kemarau basah, sehingga masih sering turun hujan di musim kemarau, sedangkan tahun ini benar-benar kering,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya telah meminta kepada para petani agar menyesuaikan komoditi yang ditanam pada kemarau tahun ini, seperti palawija yang tidak terlalu membutuhkan banyak air. “Namun secara total, lahan puso tahun ini tidak akan berpengaruh terhadap hasil produksi beras di Sleman. Sebab, Sleman masih memiliki 18 ribuan hektare lahan padi produktif,” tandasnya. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Sunset Tahura Gunung Tumpa Bawa Romantisme

MANADO (HARIAN MERAPI)- Menyaksikan Festival Pesona Bunaken 2019 di Manado sudah pasti mengasyikkan. Keindahan alamnya yang mempesona membuat banyak wisatawan

Close