SIDANG SENGKETA PEMBANGUNAN PAGAR: Hakim Akan Lakukan Pemeriksaan Setempat

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM  Para pihak secara bergantian menyerahkan bukti-bukti sebelum direncanakan pemeriksaan setempat.
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Para pihak secara bergantian menyerahkan bukti-bukti sebelum direncanakan pemeriksaan setempat.

BANTUL (MERAPI) – Majelis hakim yang dikeuai Imawati SH akan melakukan pemeriksaan setempat (PS) perkara gugatan Sri Wigiyati dan suaminya, Sugeng Rahanto warga Druwo Bangunharjo Sewon Bantul terhadap tergugat I Sutini Rahardjo warga Suryoputran Panembahan Kraton Yogyakarta dan tergugat II Suwondo warga Prancak Panggungharjo Sewon Bantul yang diajukan di Pengadilan Negeri (PN) Bantul.

“Usai penyerahan bukti dari para pihak kami akan melakukan pemeriksaan setempat. Hal itu kami lakukan untuk mengetahui letak objek yang menjadi sengketa,” ujar hakim Imawati SH, Jumat (19/7).

Diketahui dalam gugatan, tergugat I sebagai pembeli tanah dari tergugat II dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan membangun pagar tembok sepanjang 11 meter dengan tinggi 2,75 meter yang digunakan sebagai akses jalan penggugat.

Penggugat selama ini berdalih sebagai pemilik tanah dan bangunan seluas 268 m2 di Druwo Sewon Bantul. Tanah tersebut dibeli para penggugat pada tahun 1996 dan dibalik nama menjadi atas nama Sri Wigiyati.

Sebelumnya, penggugat sendiri ingin membangun rumah di Druwo tetapi tak memiliki akses jalan yang di sebelah barat berupa parit berukuran 0,5 meter.
Untuk itulah penggugat bermusyawarah dengan Tumpang (telah meninggal) dan Suwondo, keduanya sebagai pemilik tanah di utara tanah yang dibeli penggugat dan disepakati dilakukan tukar balik tanah. Tanah milik Suwondo dikurangi 2 meter membujur ke selatan sepanjang 11 meter yang dipergunakan untuk jalan. Sementara dalam tukar balik Tumpang meminta uang dan diberi Rp 150 ribu oleh Sugeng Rahanto.

Setelah tanah tergugat II dibeli tergugat I dan dibangun pagar tembok di lokasi yang biasa digunakan para penggugat sebagai akses jalan sehingga terjadi sengketa. (C-5)

Read previous post:
MERAPI-ANTARA/DOK PRIBADI Tiga mahasiswa UGM penemu "Fondasi Spring Damper" Yosi Kristiana, Siti Zuliana dan Miftahussurur Rosyadi didampingi dosen pembimbing Dr.Devi
Mahasiswa UGM Ciptakan Pondasi Tahan Gempa

TIGA mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berinovasi menciptakan pondasi bangunan tahan gempa dari peredam kejut (shockbreaker) sepeda motor, yang ditanam

Close