Seto Tegaskan PSS Tidak Krisis

SLEMAN (MERAPI) – Kekalahan atas PSIS Semarang 1-3, Rabu (17/7) lalu merupakan tamparan keras bagi Bagus Nirwanto dan kawan-kawan. Bukan hanya menelan kekalahan kedua di Liga 1, kegagalan meraih angka penuh kemarin merupakan kali pertama yang diderita Laskar Sembada di kandang sendiri. Lawan berikutnya cukup berat. PSS harus bertandang ke Bali menghadapi Bali United dengan banyak kekurangan termasuk tanpa Brian Fereirra yang akumulasi kartu.

Kekalahan kandang pertama kemarin ditanggapi berlebihan oleh banyak pihak. Di media sosial beredar isu bahwa PSS tengah mengalami krisis saat bertandang ke kandang Bali United. PSS disebut kehilangan taring tanpa Brian, lalu skuad dilanda kelelahan menghadapi jadwal padat serta tekanan kuat di Liga 1, dan diprediksi bakal menerima amukan Bali United yang majal di dua pertandingan terakhir. Namun tim pelatih tetap tenang.
Seto Nurdiyantoro, pelatih kepala PSS, menganggap kekalahan dari PSIS biasa saja sama seperti kekalahan lain yang pernah diderita PSS.

“Tidak krisis, tidak benar kalau dibilang begitu. Yang namanya olahraga pasti ya ada kalah dan menang. Baru juga berapa pertandingan, kalau sampai pertengahan musim begini terus (kalah) baru bisa bilang begitu. Skuad hanya punya masalah di kebugaran saja. Soal Brian ya ada penggantinya dan akan kami pastikan dia siap,” kata Seto, Jumat (19/7) sore.

Sebagai pelatih yang menangani tim promosi di Liga 1, Seto paham bahwa timnya menjadi sorotan. Apalagi dengan tren positif dengan mengalahkan Arema, Kalteng, Persebaya, dan menahan imbang Persipura di kandang lawan, lampu sorot bakal kian terang. “Saya paham bagaimana orang memuji kami setinggi langit ketika menang lawan tim kuat lalu bisa saja menjatuhkan saat tidak ada apa-apa. Saya bicara ke anak-anak mental kita harus tangguh lah menghadapi situasi semacam ini,” sambungnya.

Soal kebugaran pemain sendiri Seto telah melihat hasil pengamatan pelatih fisik Asep Ardiansyah. “Kami tidak punya banyak waktu latihan sebelum ke Bali besok (hari ini). Latihan juga hanya diisi penguatan kondisi lalu penyelesaian akhir dan sentuhan bola ke sistem permainan, yang dibawa nanti dari pengamatan yang paling bugar, sesuai kebutuhan,” beber pelatih berusia 45 tahun ini.

Bali United juga punya persoalan sama dengan PSS di kebugaran pemain. Masalah itu akhirnya dikemukakan pelatih kepala Stefano Teco usai takluk 0-2 dari Persela Lamongan. Sebelumnya Bali United juga kalah 0-1 dari Barito Putera. Menurutnya faktor kelelahan ini yang membuat mereka gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan. Saat melawan PSS mereka juga tidak diuntungkan karena PSS punya waktu istirahat satu hari lebih dulu. “Kami hanya punya waktu tiga hari, di mana latihan hanya satu hari untuk recovery. Para pemain kelelahan,” keluhnya. (Des)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Makam Tebing Toraja di TIF 2019, Pikat Wisatawan

TORAJA (HARIAN MERAPI) – Tradisi mengubur jenazah di tebing asal Toraja, Sulawesi Selatan sudah dikenal banyak orang. Tradisi ini menjelma

Close