Makam Tebing Toraja di TIF 2019, Pikat Wisatawan

TORAJA (HARIAN MERAPI) – Tradisi mengubur jenazah di tebing asal Toraja, Sulawesi Selatan sudah dikenal banyak orang. Tradisi ini menjelma menjadi atraksi budaya. Bahkan mampu menarik minat wisatawan mancanegara. Toraja International Festival (TIF) dengan beragam atraksinya digelar 19-21 Juli.2019

Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Kemenpar Don Kardono mengatakan, Toraja adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Karena, memiliki budaya yang terjaga sangat rapi. “Toraja sangat kaya akan budaya. Dan telah menjadi atraksi utama di sana. Daya tariknya sangat luar biasa. Toraja sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Dan atraksi yang wajib dilihat adalah pemakaman di tebing,” katanya, Jumat (19/7/2019).

Kalau ingin melihat makam di tebing, ada dua destinasi di Toraja yang direkomendasikan untuk dikunjungi, yaitu Lemo dan Londa. Destinasi pertama yang harus dikunjungi adalah Lemo. Di tempat ini, kalian bisa melihat lokasi pemakaman di tebing yang sangat alamiah. Lokasinya berada di antara persawahan penduduk. Di deretan tebing itu, terpampang deretan patung. Tahukah kalian makna dari ukiran patung itu?

Salah satu pembuat patung tersebut bernama Anton, warga Kampung Lemo, Toraja. Anton memiliki showroom tak jauh tebing. Di sana, ia memajang patung hasil pahatannya. Menurutnya, patung-patung yang terpasang di tebing adalah gambaran jenazah yang dikubur semasa hidup. “Kalau dulu, bentuknya memang kasar. Tapi kalau sekarang kita buat semirip mungkin. Seperti wajah asli jenazah saat dia hidup,” papar Anton, Jumat (19/7).

Menurut dia, tidak semua jenazah bisa dibuat patung. Hanya bangsawan atau tokoh saja. Proses pembuatannya juga tidak sebentar. Memakan waktu hingga 2 bulan. Dari pembuatan patung sampai proses pemakaman memakan biaya hingga Rp20 juta. “Di Toraja, seorang yang meninggal tidak langsung dikubur. Mereka mengumpulkan biaya. Karena nanti proses pemakaman harus beserta pemasangan patung,” jelasnya.

Asdep Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan budaya yang ada di Toraja sangat unik. “Budaya Toraja sangat berbeda jika dibandingkan budaya di daerah lain. Hal ini membuat value budaya Toraja sangat tinggi,” ujar Ricky.

Nah, jika kalian penasaran dengan bagian dalam tebing, kalian disarankan melanjutkan perjalanan ke Londa. Di sini, kalian akan menemui goa. Londa adalah pemakaman keluarga dan kerabat-kerabat dalam satu keluarga. Namun, pemakaman dilakukan berdasarkan kasta. Anggota keluarga dengan kasta tertinggi akan menempati paling atas dari tebing.

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty, mengatakan kekayaan budaya Toraja sangat luar biasa. “Banyak wisatawan yang datang ke Toraja hanya untuk melihat kekayaan budayanya. Nilai jualnya sangat tinggi. Karena, budayanya terjaga dengan sangat baik,” paparnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan nilai budaya sangat tinggi. Karenanya, Menpar sangat mengapresiasi pelaksanaan Toraja International Festival 2019. “Budaya itu semakin dilestarikan, semakin menghasilkan. Dan akan semakin tinggi nilainya. Hal ini dilakukan di Toraja. Pariwisata di sana sangat ditunjang pariwisata. Dan Toraja mampu melestarikan budayanya dengan sangat baik,” ujar mantan Dirut PT Telkom itu.(*)

Read previous post:
Great Harvest Festival 2019 Bikin Heboh Toba Samosir

TOBA SAMOSIR (MERAPI)– Great Harvest Festival 2019 dipastikan membuat heboh Toba Samosir, Sumatera Utara. Ajang ini akan diikuti oleh ratusan

Close