Kemarau, Budidaya Ikan di Sleman Turun

MERAPI-Atiek Widyastuti H  Panggih memberi makan ikan Nila di kolamnya.
MERAPI-Atiek Widyastuti H
Panggih memberi makan ikan Nila di kolamnya.

NGEMPLAK (MERAPI) – Musim kemarau berimbas pada budidaya ikan. Keterbatasan air, membuat petani ikan terpaksa mengurangi jumlah kolam hingga jumlah ikan yang ditebar.

Seperti yang dilakukan Panggih (40), salah satu petani ikan di Dusun Bokesan Desa Sindumartani Kecamatan Ngemplak Sleman. Sehari-hari dia biasa mengelola 15 kolam ikan. Baik untuk pembenihan maupun pembesaran. Namun, saat ini tersisa 13 kolam saja. Tidak menutup kemungkinan hingga akhir musim kemarau nanti tinggal tersisa 5-7 kolam saja.

“Mulai terasa berkurangnya debit air itu sejak April kemarin. Satu kolam milik saya sudah off. Dan dua minggu ini, tambah dua kolam lagi yang sengaja saya anggurkan. Karena memang tidak ada air. Kalau dipaksakan tetap produksi, justru akan rugi,” katanya, Rabu (17/7).

Saat ini ada tiga kolam lagi miliknya yang dibiarkan saja. Namun menurut pengamatan dia, masih bisa digunakan untuk budidaya. Hal itu berdasarkan pengamatan dia akan ketersediaan debit air. Menurutnya, berkurangnya debit air otomatis mempengaruhi produksi larva. Maka untuk pembenihan juga otomatis terkena dampaknya. Selain itu guna mengantisipasi kerugian, dia memilih mengurangi tingkat kepadatan ikan. Jika biasanya untuk kolam ikan berukurang 700 meter2 bisa diisi hingga 70 ribu ekor ikan. Saat ini hanya diisi 40-50 ribu ekor saja.

“Kalau dipaksakan diisi dengan jumlah yang sama, ikan menjadi mudah mati. Karena kekurangan oksigen. Berbeda jika ketersediaan airnya cukup. Tidak masalah jika jumlah ikan yang ditebar banyak. Untuk itu kita memilih untuk mengurangi jumlah tebar,” urai Panggih yang membudidaya Ikan Nila Merah dan Lele ini.

Saat ini benih ikan Nila Merah milik Panggih sudah masuk usia siap panen. Begitu ada pesanan masuk, akan langsung dipanen. Hasil budidaya ikan di Dusun Bokesan ini ada yang dipasarkan ke waduk-waduk. Terutama untuk benih ikan. Sedangkan yang konsumsi masih di sekitar Sleman saja. (Awh)

Read previous post:
LAGI SEEKOR SAPI MATI MENDADAK – Warga Khawatir Terserang Virus Antraks

WONOSARI (MERAPI) – Kasus kematian sapi secara mendadak di daerah berdekatan dengan endemik antraks, kembali terjadi di Kecamatan Karangmojo, Selasa

Close