BERMULA SELISIH PAHAM- Dua Pengeroyok Diganjar 8 Bulan Penjara


Kedua terdakwa berjalan menuju sel tahanan usai menjalani sidang putusan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Kedua terdakwa berjalan menuju sel tahanan usai menjalani sidang putusan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Dua pelaku pengeroyokan, Prima Dewangga Widodo (27) dan Nurman Sasongko (26) warga Bantul akhirnya dijatuhi hukuman masing-masing 8 bulan penjara potong masa tahanan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (17/7). Keduanya terbukti bersalah dan meyakinkan telah melakukan pengeroyokan.

Hukum yang dijatuhkan seperti tuntutan jaksa Dian Susanto Wibowo SH yang semula menuntut 8 bulan penjara. Majelis hakim sependapat dengan jaksa menjerat keduanya dengan pasal 170 KUHP.

Hal-hal yang meringankan hukuman terdakwa mengakui kesalahan, menyesal dan berjanji tak mengulangi perbuatannya. Hal yang memberatkan, perbuatan para terdakwa meresahkan masyarakat dan menyebabkan luka pada diri saksi korban.

Dalam amar putusan terungkap, kedua terdakwa bersama empat rekannya (DPO) telah melakukan pengeroyokan terhadap saksi korban Antok pada Minggu 27 Januari 2019 pukul 16.30 di pertigaan Jalan Ngestiharjo Kasihan Bantul.

Sebelumnya, antara saksi korban dengan para pelaku berselisih paham. Untuk itu kedua terdakwa bersama rekan-rekannya ingin membuat perhitungan dengan saksi korban.

Untuk itu para pelaku bertemu dengan saksi korban di jalan pertigaan wilayah Desa Ngestiharjo Kasihan Bantul. Tanpa basa-basi para pelaku melakukan pengeroyokan terhadap saksi korban.

Usai melakukan aksinya, para pelaku meninggalkan lokasi. Setelah itu saksi korban yang mengalami luka-luka melapor kejadian tersebut ke pihak berwajib. Atas laporan saksi korban, kedua terdakwa berhasil ditangkap. Sementara pelaku lain berhasil kabur dan hingga saat ini masih buron. (C-5)


Read previous post:
Residivis Kambuhan Nyuri di Kolam Renang

BANTUL (MERPATI) - Seorang residivis, NH (29) kembali diajukan ke kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (17/7). Terdakwa didakwa

Close