Aji Santoso Enggan Mainkan Pemain PSIM di Luar Posisi

Aji Santoso (tengah, bertopi) mulai memimpin latihan para pemain PSIM di Lapangan Tamanan, Bantul, kemarin sore. (Foto: BENI WIDYASWORO)

BANTUL (HARIAN MERAPI) – Pelatih anyar PSIM Yogya, Aji Santoso tak ingin memainkan pemain di luar posisi aslinya yang membuat pemain tidak nyaman dalam bermain. Hal tersebut menjadi salah satu perbaikan paling signifikan bagi Aji ketika memimpin latihan pertama skuad Laskar Mataram di Lapangan Tamanan, Banguntapan, Bantul, Selasa (16/7) sore.

Ketika dilatih oleh Vladimir Vujovic, beberapa pemain ditempatkan pada posisi yang bukan aslinya. Seperti misalnya Raphael Maitimo yang dipaksakan bermain sebagai sayap, begitu pula dengan Hendika Arga Permana dan terakhir saat lawan PSBS Biak, M Agung Pribadi yang biasa beroperasi sebagai gelandang tengah menjadi bek kanan.

“Seperti Maitimo, tak mungkin saya paksakan dia menjadi striker atau sayap. Saya sudah melihat kemampuan pemain. Para pemain juga saya ajak bicara, di mana posisi biasa bermain agar nyaman. Itu nantinya yang menjadi bekal saya untuk melatih. Namun untuk tahap awal, asisten pelatih tentu lebih paham dari saya yang baru saja bergabung,” terang Aji sesuai latihan, kemarin sore.

Disampaikan mantan pelatih Persela Lamongan tersebut, pihaknya juga tidak akan menerapkan satu formasi dalam menerapkan skema permainan. “Saya tidak cuma menerapkan satu pola saja. Jadi sesuai kebutuhan saja, bisa saya mainkan 4-3-2-1, 4-2-3-1, 4-4-2, 4-5-1 atau yang lainnya,” tuturnya.

Pada latihan awal tersebut, Aji belum masuk pada skema permainan. “Untuk kali ini baru tahap pengenalan. Saya belum masuk skema, mungkin besok (hari ini,red) sudah mulai persiapan taktikal persiapan lawan Persatu Tuban. Tentunya dengan asisten pelatih juga yang lebih paham dengan kondisi pemain,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan pelatih tim nasional U-23 Indonesia itu juga coba menekankan kepada Cristian Gonzales dan kawan-kawan agar bisa memainkan bola-bola cepat. “Bagaimana sirkulasi bola harus terus mengalir. Saya memang lebih menekankan bola-bola pendek tapi bukan berarti tak boleh long pass ya. Tetap ada saat di mana long pass itu diperlukan juga tapi tidak dominan,” lanjutnya.

Terkait materi pemain yang ada, Aji mengatakan bahwa pihaknya tidak terlalu mempermasalahkan materi pemain yang ada, meski dibandingkan ketika ia melatih Liga 1. “Pemain sudah bagus. Akan kami lihat bagaimana nanti hingga putaran pertama selesai, apakah perlu tambah pemain atau tidak. Kan saat ini tidak bisa tambah, jadi nunggu putaran pertama selesai dulu. Yang jelas kami maksimalkan yang ada dulu,” katanya.

Mengenai potensi pemain muda, Aji bahkan memiliki misi khusus untuk mengorbitkannya. “Ketika di Persela saya bisa mengoptimalkan Sadil Ramdani hingga bisa masuk timnas. Kalau memang di sini ada pemain muda yang potensial, saya akan bantu untuk itu,” bebernya.

Selain itu, dengan kehadiran pemain bintang tak terkecuali Cristian Gonzales di tim yang belum pernah mencetak gol, Aji pun ingin mengetahui penyebabnya. “Kalau striker sampai tidak bisa cetak gol, itu pasti ada penyebabnya. Tugasnya kan memang cetak gol. Tapi kita cari tahu dulu, apakah memang dia dapat suplai bola atau tidak. Bagaimana aliran bola dari tengah dan sebagainya,” ungkapnya.

Sementara itu, Cristian Gonzales yang diminta tanggapan terkait kesan pertama dilatih oleh Aji Santoso, ia memiliki keyakinan yang cukup tinggi. “Kalau pelatih sebelumnya mungkin nilainya baru 60, kalau yang sekarang sudah 100,” ucapnya.

Memang ada perbedaan yang signifikan terhadap suasana latihan PSIM kemarin. Selain latihan yang biasa digelar tertutup, aliran bola dan komunikasi yang dijalin para pemain saat memainkan bola terlihat lebih dinamis dibandingkan saat dilatih oleh Vlado. Namun, kehadiran Aji bagi PSIM masih butuh bukti saat melakoni laga tandang ke kandang Persatu pada Sabtu (207/) mendatang. (Oro)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KEK Likupang Sulut Masuk 5 Destinasi Super Prioritas

JAKARTA (HARIAN MERAPI)– Nama calon Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, di Tanjung Pulisan, Minahasa Utara, Sulut tiba-tiba meroket. Menjadi salah

Close