45,9 Km Saluran Irigasi Rusak, Disiapkan Anggaran Rp 6,3 M

MERAPI-ABSUL ALIM Saluran irigasi yang perlu segera direhab.
Ilustrasi saluran air.

WONOSARI (MERAPI) – Dinas Perkerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul akan melakukan perbaikan irigasi di beberapa titik dengan panjang kurang lebih 45,9 kilometer. Hal ini dilakukan lantaran saluran irigasi sebagian mengalami kerusakan sehingga berdampak pada aliran air di kawasan tertentu terhambat. “Total panjang irigasi ada 304,9 kilomter dan yang mengalami kerusakan saat ini ada 45,9 kilometer,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengairan DPUPRKP Gunungkidul, Taufik Aminudin, Senin (14/7).

Perbaikan saluran irigasi tersebut sangat penting dilakukan agar tidak mengganggu aliran air ke lahan pertanian milik masyarakat. Dari hasil pengecekan lapangan saat ini yang masih dalam kondisi baik sepanjang 258,8 kilometer. Terkait dengan rencana perbaikan jaringan irigasi ini pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 6,3 miliar dengan rincian Rp 4,1 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) dan Rp 2,2 miliar dari Anggaran Pendapatan Asli Daerah (APBD) yang akan dikucurkan pada tahun anggaran 2019 ini.
“Dana ini akan digunakan untuk proses pengadaan barang hingga perbaikan sarana fisik,” imbuhnya.

Sedangkan menyangkut proses perbaikan saluran irigasi ini akan dilakukan secara bertahap lantaran keterbatasan kemampuan pemkab dalam penyediaan anggaran dan diharapkan bisa dirampungkan akhir tahun 2019 ini. Dengan perbaikan saluran irigasi ini juga diharapkan berdampak terhadap pengairan khususnya di bidang pertanian, sehingga tidak ada lagi kerugian akibat kurangnya aliran air di wilayah pertanian yang berpotensi menimbulkan gagal panen maupun puso akibat kekurangan air.

Untuk perbaikan sebenarnya terus dilakukan, beberapa tahun lalu dari jumlah irigasi yang mencapai ratusan kilometer ini mencapai 60 persen, akan tetapi berkat perbaikan yang terus dilakukan kini hanya tersisa sekitar 15 persen. Dengan demikian diharapkan mampu berdampak baik pada pengairan khususnya di bidang pertanian, sehingga tidak ada lagi petani mengalami kerugian akibat kurangnya faktor aliran air. (Pur)

Read previous post:
Ahmad Meninggal di Teras Musala

KARANGANYAR (MERAPI) - Seorang warga Dukuh Bancaan Desa Mojosari, Kauman, Tulungagung, Jatim, Achmad Noor Cholis (58) meninggal dunia di teras

Close