Hari Pertama Sekolah, Siswa Dirukiah Agar Hati Bersih

MERAPI-AMIN KUNTARI Kegiatan rukiah yang dijalani siswa Pesawat.
MERAPI-AMIN KUNTARI Kegiatan rukiah yang dijalani siswa Pesawat.

WATES (MERAPI)- Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan pihak sekolah untuk mengawali tahun ajaran baru. Mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, hingga kegiatan belajar mengajar. Di Pondok Pesantren Al Quran Wates (Pesawat), Yayasan Abi Hasan Tholabi (Yahasbi) Kulonprogo, para siswa mendapat kegiatan berbeda, yakni diwajibkan mengikuti rukiah di hari pertama sekolah, Senin (15/7).
Kegiatan rukiah atau pengobatan hati ini diikuti 60 siswa SMP dan 25 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pesawat Yahasbi. Mereka diminta membaca dzikir dan doa, dengan tujuan membersihkan hati para siswa baru. Kegiatan ini rutin dilangsungkan setiap tahun, semenjak SMP VIP Pesawat mulai beroperasi pada 2012 disusul SD VIP empat tahun kemudian.
Pengasuh Pesawat, KH Ahmad Suadi menjelaskan, sebelum dirukiah, pihak sekolah terlebih dahulu meminta ridha kepada orangtua siswa. Setelah itu, siswa dikumpulkan di salah satu ruangan ponpes untuk menjalani rukiah.

“Kami meminta ridha kepada orangtua siswa agar proses pengobatan hati ini berjalan lancar,” katanya, usai kegiatan rukiah.
Dalam prosesinya, para siswa secara bergiliran menghadap seorang guru yang ditunjuk menjadi perukiah. Siswa putri mendapat giliran terlebih dahulu, kemudian beralih ke siswa putra.
Para siswa lalu diminta mengucap kalimat syahadat. Setelahnya, proses utama rukiah berlangsung, diakhiri dengan pemberian segelas air oleh perukiah untuk diminum siswa.
“Air tersebut sudah berisi doa-doa,” imbuh KH Ahmad Suadi.
Dijelaskannya, perukiah yang bertugas merupakan guru-guru pilihan pondok pesantren. Untuk bisa jadi perukiah, mereka harus hafal Al Quran.
Ahmad berharap, kegiatan rukiah bisa menghilangkan berbagai penyakit hati para siswa yang dibawa dari lingkungan rumah. Mereka juga diharapkan mampu menyerap ilmu yang diperoleh selama belajar di Pesawat dengan maksimal.

“Anak-anak akan membuka lembaran baru sehingga pemahaman agamanya lebih tinggi. Mereka diharapkan menjadi anak-anak yang berkarakter,” ujarnya.
Salah satu siswa, Muhammad Rizki Awaludin (13) menyambut baik kegiatan rukiah dari pihak sekolah. Dirinya meyakini, setelah menjalani proses rukiah segala urusan bisa gampang dikerjakan.
“Penyakit hati juga hilang perlahan. Saya pernah ikut rukiah pas SD, rasanya memang ada banyak perubahan,” ungkap siswa asal Kecamatan Girimulyo tersebut.
Hal yang sama diungkapkan siswa lain dari Kecamatan Samigaluh, Ahmad Zaqqy (13). Ia berharap pelajaran yang diterima dari para guru menjadi lebih mudah diingat. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PSS Terancam Tanpa Yudo Lawan PSIS Besok

SLEMAN (MERAPI) - PSS Sleman terancam tanpa Kusheda Hari Yudo saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo Rabu (17/7) mendatang.

Close