Bikin Siswa Baru Nyaman, PLS Diisi Kegiatan Menyenangkan

Sejumlah siswa baru membentuk lingkaran mengikuti permainan dipandu pengurus OSIS dalam kegiatan PLS di SMPN 15 Yogya. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

DANUREJAN (MERAPI) – Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) bagi siswa baru tahun ajaran 2019/2020 selama tiga hari diisi kegiatan menyenangkan dan jauh dari perpeloncoan. PLS cenderung diisi dengan kegiatan edukatif mulai dari pengenalan kurikulum hingga permainan agar siswa baru semakin nyaman.

Seperti di SMPN 15 Yogyakarta para siswa mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah berupa pengenalan kurikulum, misi dan aturan sekolah serta ekstra kurikuler. Para siswa juga diajak bermain permainan tradisional seperti egrang, ular naga, bakiak dan lainnya.

“Sebagai sekolah ramah anak kami diberikan keleluasaan sehingga kami mengisinya juga dengan permainan tradisional berkelompok. Tujuan melatih kerja sama dan mengenali karakter anak,” kata Kepala SMPN 15 Yogyakarta, Siti Arina Budi Astuti, Senin (15/7).

Selain itu ada kegiatan sosialisasi pengolahan sampah untuk mendukung SMPN 15 Yogya sebagai sekolah adiwiyata. Dia mengatakan para siswa baru diminta membuata papan nama di dada dan punggung untuk memudahkan guru dan siswa saling mengenal.

Dia mengakui dalam kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dibantu para kakak kelas pengurus OSIS. Namun pihaknya memastikan penyelenggara pengenalan lingkungan sekolah oleh guru dan pelibatan OSIS dalam kontrol guru.

“Kami dengan jumlah siswa 300 anak lebih, tidak dibantu OSIS tentu tidak mudah. Para pengurus OSIS sudah kami beri pengarahan dan mereka adalah siswa yang mempunya karakater yang baik. Pengurus OSIS dari kakak kelas ini menjadi model atau contoh bagi siswa baru,” terangnya.

Seorang siswa baru SMPN 15 Yogya, Sultan Muhammad Ramadan menyebut tidak ada tugas yang aneh-aneh dan memberatkan.

“Menyenangkan karena tambah teman baru. Tugas hanya minta buat papan nama dan bikin yel-yel kelompok,” ujar Sultan.

Sementara itu Kepala Seksi Kurikulum Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta Hasyim menyampaikan dari hasil pemantauan pengenalan lingkungan sekolah di beberapa SMP di Kota Yogya, tidak ditemukan keigatan yang merugikan siswa. Dia menuturkan rata-rata sekolah menggelar pengenalan lingkungn sekolah selama 3 hari.

“Tidak ada yang membawa aneh-aneh seperti tas dari kantong terigu. Siswa baru dibuat nyaman dalam pengenalan lingkungan sekolah seperti pentas ekstra kurikuler oleh kakak kelas. Kegiatan edukati dan tidak memberatkan orangtua,” tutur Hasyim.

Pihaknya berharap selama 3 hari ke depan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tetap berjalan kondusif dan tidak ada yang mengarah ke perpeloncoan. Pelibatan OSIS diperbolehkan sebatas membantu bukan sebagai penyelenggara kegiatan.

Sementara itu Koordinator Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakrta, Baharuddin Kamba mengigatkan agar sekolah yang melakukan kegiatan masa orientasi siswa agar tak melakukan hukuman fisik. (Tri/C-5)

Read previous post:
ilustrasi
KELILING KAMPUNG DI BANGUNTAPAN-Wanita Pencuri Gasak Sepeda, Laptop dan Motor

BANTUL (MERAPI)- Seorang wanita pencuri, Ny NV (24) menggasak tiga barang warga sekaligus saat berkeliling di kampung Plumbon, Banguntapan, Bantul.

Close