Korban Investasi Bodong Merata di Wilayah DIY

MERAPI-SAMENTO SIHONO Puluhan korban investasi bodong saat melapor ke Polda DIY, kemarin
MERAPI-SAMENTO SIHONO Puluhan korban investasi bodong saat melapor ke Polda DIY, kemarin

DEPOK(MERAPI)- Korban investasi bodong bermodus pengolahan jamu herbal yang dikembangkan PT Krisna Alam Sejahtera terus bermunculan. Kali ini giliran puluhan korban yang melapor ke Polda DIY, Minggu (14/7). Para korban ini berharap, uang yang telah disetorkan bisa kembali.
Warga yang mengaku menjadi korban penipuan investasi bodong ini sudah mulai berdatangan ke Polda DIY sejak pukul 09.00 WIB. Mereka lalu melapor ke SPKT Polda DIY, tapi oleh petugas kemudian diarahkan ke Ditreskrimsus.
Salah seorang korban yakni Berta Bernad warga Yogya. Dia mengatakan laporan itu dibuat karena berdasarkan informasi, para korban tidak hanya berasal dari Sleman, namun juga berasal dari Yogya, Bantul, Kulonprogo serta Gunungkidul.
“Sebelumnya ada yang membuat laporan ke Polsek Depok Timur, namun korban ternyata tidak hanya di Sleman, tapi merata dari DIY. Maka dari itu kami melapor ke Polda,” ujar Berta.

Dengan laporan tersebut, ia dan para korban lainnya berharap agar Direktur PT Krishna Alam Sejahtera, AF bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya dan tidak melancarkan aksinya kembali di wilayah lain.
“Dari informasi yang saya peroleh, pemilik perusahaan yakni AF ini telah melakukan penipuan di beberapa tempat. Korbannya sampai ribuan, saya juga termasuk salah satu korbannya,” jelasnya.
Seperti diketahui, ratusan warga Yogya diduga tertipu investasi bodong berkedok mitra bisnis jamu herbal yang dikembangkan PT Krisna Alam Sejahtera. Pemilik usaha ini, AF warga Klaten diperkirakan sudah meraup keuntungan hingga Rp 8 miliar. Sebagian korban kemudian melapor ke Mapolsek Depok Timur, Sleman, Jumat (12/7).
Kantor perusahaan yang bergerak di bidang jamu herbal ini ada di Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. Di Yogya, PT Krisna Alam Sejahtera membuka kantor cabang di Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Dalam menjalankan bisnisnya, PT Krisna Alam Sejahtera merekrut mitra yang sekaligus sebagai investor dan pekerja pengeringan obat herbal. Pengeringan itu dilakukan di rumah masing-masing mitra kerja.
Kendati demikian, setiap calon mitra wajib menyetor modal awal sesuai paket yang ditawarkan. Paket A menyetor Rp 8 juta, paket B Rp 16 juta, dan paket C Rp 24 juta. Paket A, mitra kerja akan mendapat gaji Rp 1 juta per pekan.
Mitra kerja yang bergabung di paket B berhak memperoleh gaji Rp 2 juta per pekan sedangkan paket C, mitra kerja berhak menerima gaji senilai Rp 3 juta per pekan.
“Pembayaran (gaji) awal semua berjalan lancar, namun beberapa hari yang lalu kami mendapat kabar bahwa PT Krishna Alam Sejahtera sedang libur. Namun ternyata itu modus mereka untuk melarikan diri,” jelas Berta. Di Yogya, diduga korban investasi bodong ini sudah mencapai 370 orang.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan setelah menerima laporan, pihaknya akan segera menindaklanjuti. “Kami akan memeriksa pelapor dan saksi-saksi terlebih dahulu,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
Kreativitas Pelaku Kerajinan Diganjar Dekoya Award

SEJUMLAH pelaku usaha kerajinan di Kota Yogyakarta dari anggota Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta mendapatkan penghargaan. Pemberian penghargaan

Close