Turun Dari Kapal, Ditangkap Satgas Narkotika


MERAPI/SUKARYONO  Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan menunjukkan barang bukti 200 gram sabu, sementara sebelah kiri kedua tersangka.
MERAPI/SUKARYONO
Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan menunjukkan barang bukti 200 gram sabu, sementara sebelah kiri kedua tersangka.

SEMARANG (MERAPI) – St (25), seorang kurir peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam LP, dalam perjananan naik kapal dari Pontianak Kalimantan, setibanya di pelabuhan Tanjung Emas Semarang disambut Tim Sargas Narkotika BNNP Jateng. St asal Jepara yang ditangkap disertai barang bukti dua kantong plastik berisi masing masing 100 gram narkoba jenis sabu mengaku barang bawannya itu milik Feri
Ariyanto alias Paidi, napi penghuni LP Kedungpane Semarang.

“Kami atas pengakuan St terus berkordinasi dengan pihak LP menjemput Paidi untuk dibawa ke kantor BNNP, jalan Madukoro, Semarang”, jelas Kepala BNNP Brigjen Pol Benny Gunawan pada gelar kasus, Jumat (12/7).

Sebelumnya, BNNP membongkar jaringan peredaran barang haram sabu juga antarpropinsi Semarang-Batam dengan meringkus 5 pelaku dan menyita 400 gram sabu lebih. Sebagian besar barang bukti 358 gram, kemarin sore dimusnahkan di halaman kantor BNNP Jateng, jalan Madukoro Semarang, sedangkan sisanya dijadiikan barang bukti proses peradilan kepada para pelaku.

Menurut Benny Gunawan menjelaskan terungkapnya jaringan peredaran narkoba Semarang-Pontianak bermula dari informasi masyarakat kalau ada pengiriman sabu dari Pontianak ke Semarang lewat laut. Dari informasi itu ditindak lanjuti Satgas narkota BNNP Jateng. Pada Selasa (9/7) dini hari, Satgas bekerjasama dengan Bea Cukai memantau kedatangan kapal penumpang Dharma Kencana di pelabuhan Tanjung Emas.

Dari pengawasan diketahui seorang penumpang lelaki turun dari kapal dengan gerak gerik mencurigakan. Lelaki,yang belakangan diketahui bernama St digeledah dan ditemukan sabu seberat 200 gram. Tersangka St setelah digelandang ke kantor BNNP bernyanyi bahwa barang haram bawaannya milik rekannya, Fery Ariyanto alias Paidi, napi penghuni LP kelas I Kedungpane,yang juga asal Jepara.

“Saya lewat ponsel cuma disuruh mengambil sabu di seberang Pontianak oleh Paidi yang meringkuk di LP,” jelas Benny menirukan pengakuan St.

Sementara St oleh Paidi telah diberi uang Rp 10 juta. Atas Informasi itu, Satgas Pemberantasan Narkotika BNNP Jateng berkoordinasi dengan pihak LP menciduk Paidi di Sel 11 LP Kedungpane. Napi Paidi di LP Kedungpane tengah menjalani hukuman kasus narkoba selama satu tahun penjara. Sebelumnya tahun 2011, ia juga terkait
kasus narkoba dihukum 1,5 tahun penjara. Walau,terbukti bersalah, meski dihukum 1,5 tahun tidak juga kapok. Bahkan, ia sebelum ke luar dari LP yang Kedua kalinya akan kembali dihadapkan kasus serupa. Dengan terungkapnya jaringan peredaran narkoba Semarang Pontianak melibatkan napi Paidim, BNNP Jateng akan terus berusaha mengembangkan kasusnya. (Sky)

Read previous post:
PENGAWASAN HEWAN KURBAN: Bantul Libatkan Mahasiswa UGM

BANTUL (MERAPI) - Pihak Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, akan melibatkan para mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada

Close