370 Warga Yogya Tertipu Investasi Bodong

MERAPI-SAMENTO SIHONO Petugas mengamankan jamu herbal hasil investasi bodong yang diembangkan PT Krisna Alam Sejahtera.
MERAPI-SAMENTO SIHONO Petugas mengamankan jamu herbal hasil investasi bodong yang diembangkan PT Krisna Alam Sejahtera.

DEPOK (MERAPI)- Ratusan ibu rumah tangga di Yogya mengaku tertipu investasi bodong berkedok mitra bisnis jamu herbal yang dikembangkan PT Krisna Alam Sejahtera. Pemilik usaha ini, AF warga Klaten diperkirakan sudah meraup keuntungan hingga Rp 8 miliar. Sebagian korban kemudian melapor ke Mapolsek Depok Timur, Sleman, Jumat (12/7).
Kantor perusahaan yang bergerak di bidang jamu herbal ini ada di Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. Di Yogya, PT Krisna Alam Sejahtera membuka kantor cabang di Maguwoharjo, Depok, Sleman. Dalam waktu hampir bersmaan, yakni kemarin siang, kantor pusat PT Krisna Alam Sejahtera digruduk ribuan mitra bisnis yang merasa tertipu.
Salah seorang korban yang melapor ke Mapolsek Depok Timur yakni Novi Kurniawati warga Turi Sleman. Dia mengaku telah menyetorkan uang Rp 24 juta untuk ikut dalam mitra bisnis yang ditawarkan PT Krisna Alam Sejahtera.

Novi mengaku tergiur bergabung karena dijanjikan mendapat keuntungan sebesar 12 persen. Awalnya pembagian komisi berjalan lancar, namun kemudian macet dan pemilik perusahaan menghilang.
Novi mengatakan mitra bisnis yang ditawarkan yakni usaha pengeringan rempah jamu herbal. Dia tahu hal tersebut dari tetangganya. Namun untuk bisa bekerja dan berinvestasi di PT Krisna Alam Sejahtera, Novi diharuskan setor uang. Dari pembayaran uang itu, dia diberi alat pengering jamu herbal.
Ditambahkan, ada tiga paket yang ditawarkan untuk menjadi mitra bisnis. Yakni paket A harus membayar Rp 8 juta dengan keuntungan Rp 1 juta/minggu, paket B Rp 16 juta dengan keuntungan Rp 2 juta/minggu serta paket C dengan uang investasi Rp 24 juta dan keuntungan Rp 3 juta/minggu.

“Awalnya saya mengambil paket A, selama dua minggu pembayaran lancar. Kemudian saya ambil paket C, selama dua minggu pembayaran juga lancar. Saya dapat Rp 6 juta, tapi setelah itu pemiliknya kabur dan keuntungan yang dijanjikan tak pernah dibayarkan,” katanya. Novi kemudian mencoba mendatangi kantor PT Krisna Alam Sejahtera di wilayah Maguwoharjo. Namun saat itu diketahui tak ada yang mengaku bertanggungjawab. Bahkan dia mengetahui ratusan korban lain juga mengaku tertipu. Bersama sejumlah korban lain, dia pun lapor ke Polsek Depok Timur.
Kapolsek Depok Timur Kompol Paridal melalui Panit Reskrim Ipda Bambang Widiatmoko mengatakan, usai menerima laporan korban, petugas kemudian mendatangi kantor PT Krisna Alam Sejahtera dan mengamankan sejumlah karung berisi jamu herbal hasil olahan. Tak ada bos atau pemilik perusahaan di tempat itu.
Menurut Ipda Bambang, usaha ini sudah berjalan selama 3 bulan dan telah menjaring 370 orang mitra bisnis di Yogya. Masing-masing mitra bisnis menyetor uang investasi beragam. Sehingga diperkirakan pelaku dapat meraup keuntungan Rp 8 milyar.

“Penipuan ini dilakukan dengan merekrut warga Yogya untuk bergabung dalam usaha pengeringan jamu herbal. Semua bahan dan peralatan diberi oleh pelaku, tapi warga harus bayar uang sesuai paket yang diinginkan,” ujar Bambang.
Menurut Bambang, saat ini setidaknya sudah ada 9 orang korban yang melapor. Bahkan satu korban ada yang ikut 10 paket hingga 15 paket. Alhasil mereka kehilangan uang hingga puluhan juta rupiah.
“Kantor pusat perusahaan ini ada di Klaten. Di Yogya hanya kantor cabang. Bahkan salah satu karyawan perusahaan itu juga tertipu akibat investasi bodong ini,” katanya.
Hingga saat ini petugas polsek Depok Timur masih memburu direktur perusahaan tersebut yang melarikan diri. Termasuk melacak larinya bahan baku jamu herbal yang telah dikeringkan oleh para pekerja di pabrik itu.
Dalam waktu bersamaan, ribuan mitra bisnis menggeruduk kantor pusat PT Krisna Alam Sejahtera di Cawas, Klaten. Namun mereka tak mendapati bos perusahaan itu. Para korban juga mengaku tertipu investasi bodong ini. (Shn)

Read previous post:
Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan UJB Studi Desa Ponggok Klaten

YOGYA (MERAPI) - Mahasiswa program studi Ekonomi Pembangunan Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta mengadakan kegiatan studi desa yang bekerjasama dengan balai

Close