KONI YOGYA TOLAK HASIL PLENO – 27 Atlet Tereliminasi dari Porda DIY

YOGYA (MERAPI) – Sebanyak 27 atlet harus tereliminasi dari keikutsertaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV-2019 DIY bulan Oktober mendatang. Hal tersebut dipastikan melalui rapat pleno yang digelar KONI DIY dengan mengundang perwakilan KONI kabupaten/kota pada Kamis (11/7) di Kantor KONI DIY, Yogya.

Menurut Ketua Panitia Pords DIY 2019, Rumpis Agus Sudarko, 27 atlet yang dinyatakan gugur pada Porda DIY kali ini tersebut, di antaranya tidak lolos verifikasi data kepedudukan meliputi 15 orang dan tidak lolos proses verifikasi mutasi sebanyak 12 orang. Sedangkan asal atletnya bermacam-macam, dari kabupaten dan kota.

“Untuk yang dari Kota Yogya itu ada 10 atlet yang tidak lolos. Memang paling banyak. Sleman ada 6 atlet, Gunungkidul 5 atlet, Bantul ada 4 atlet dan Kulonprogo ada 2 atlet. Sebagian besar terkendala masalah data kependudukan. Kalau untuk yang mutasi atlet kebanyakan dari Yogya dan Sleman,” terang Rumpis seusai rapat, kemarin.

Disampaikan lebih lanjut, dengan sudah adanya hasil keputusan pada rapat pleno tersebut, maka para atlet yang sudah dinyatakan gugur tersebut tidak berhak mengikuti Porda DIY 2019. “Setelah ini kami akan melalui tahapan selanjutnya yakni penetapan SK atlet. Jadi dengan sudah ada keputusan ini, tak ada lagi perubahan terkait masalah keabsahan atlet,” lanjutnya.

Terkait hasil pleno tersebut dengan persetujuan dari KONI kabupaten dan kota, Rumpis menyebutkan jika hanya dari KONI Yogya saja yang menolak. “Dari Kota Yogya menolak menandatangani. Kami memahaminya karena banyak atletnya yang tercoret. Jelas kecewa jika atletnya tercoret. Tapi kan daerah lain juga menerima meski ada atletnya yang tercoret. Dan ini kan sudah disetujui oleh 4 kabupaten,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Yogya, Tri Djoko Susanto mengatakan bahwa pihaknya menolak hasil keputusan pada rapat pleno KONI DIY tersebut. Menurutnya, keputusan KONI DIY banyak yang hanya berdasar pada hasil sidang BAORI DIY yang dinilainya banyak kejanggalan. Untuk itu, pihaknya ingin menemui BAORI DIY terkait pencoretan atlet yang bersangkutan.

“BAORI memutuskan dengan tidak memanggil atlet yang bersangkutan. Mereka tidak meminta penjelasan dari kami untuk menunjukkan bukti. Salah satu keputusan aneh adalah Gabriel Tito, yang dicoret dari Porda DIY. Padahal dia andalan DIY pada Pra-PON tapi malah tidak bisa ikut Porda DIY, kan aneh,” kata Tri Djoko. (Oro)

Read previous post:
Lewat Workshop, Kemenpar akan Jadikan Danau Toba Makin Ramah Buat Wisatawan

SIBORONG-BORONG (HARIAN MERAPI) – Siapa yang menyangkal keindahan Danau Toba. Lewat Workshop Wisata Kuliner dan Belanja dalam rangka Pemberian Dukungan

Close