ANGGOTA KOMPLOTAN PENCURI DIADILI- Curi 179 HP Senilai Rp 298 Juta


Terdakwa kembali ke tahanan usai menjalani sidang pembacaan dakwaan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa kembali ke tahanan usai menjalani sidang pembacaan dakwaan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Anggota komplotan pencuri lintas kota, SB (39) warga Gunungkidul yang tinggal di Bekasi Jawa Barat mulai diajukan ke sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul. Terdakwa didakwa telah mencuri 179 handphone berbagai merek dan membawa senjata api tanpa izin.

“Selain mencuri terdakwa juga membawa senjata api tanpa izin. Karena ancaman hukumannya berat maka harus didampingi penasihat hukum,” ujar Aida Dewi SH, penasihat hukum terdakwa, Kamis (11/7).

Dalam dakwaan jaksa Asep SH terungkap, terdakwa bersama Awam (ditahan dan diproses di Polres Gunungkidul) dan Asep Dedi (meninggal dunia) pada Jumat 22 Maret 2019 menggunakan mobil Toyota Avanza dari Karawang Provinsi Jawa Barat menuju ke rumah terdakwa yang beralamat di Banjardowo Karangmojo Gunungkidul. Sesampainya di Jalan Wonosari Km 7,2 Kecamatan Banguntapan Bantul pada Sabtu 23 Maret 2019 pukul 18.30 mobil yang dikemudikan Awam berhenti untuk membeli bakpia di Toko Bakpia Pathuk yang letaknya bersebrangan dengan toko Handphone Sun Celluler milik saksi korban Sundadi.

Melihat toko handphone tersebut terdakwa mempunyai niat dan rencana untuk melakukan pencurian. Saat itu juga terdakwa menyampaikan niatnya kepada Awam dan Asep. Setelah sepakat kemudian para pelaku mempelajari situasi di Toko Handphone kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke rumah terdakwa di Wonosari.
Setelah itu pada Minggu 24 Maret 2019 pukul 15.00 terdakwa dan Asep membeli sebuah linggis di Toko Bangunan yang berada di Ngeposari Semanu Gunungkidul yang akan digunakan untuk melakukan pencurian. Sehingga pada malam harinya para pelaku menuju toko handphone sampai Senin 25 Maret 2019 pukul 02.00.

Saat itu terdakwa membawa linggis dan Asep membawakan cat semprot (pylox) sementara Awam menunggu di dalam mobil melihat situasi sekitar. Keduanya masuk dengan membuka pintu menggunakan linggis dan menyemprot kamera CCTV dengan pylox agar tak diketahui aksinya. Sampai di dalam keduanya berhasil mengambil sebanyak 179 HP berbahaya merek.

Selain itu terdakwa dan Asep juga mengambil 1 (satu) unit laptop merek Samsung dan 4 unit handphone merek Samsung, Huawei, Blackbery dan Nubia yang berada di atas meja di depan almari besi. HP hasil curian kemudian dibawa ke Bekasi Jawa Barat dijual laku Rp 90 juta. Akibat kejadian tersebut saksi korban Sundadi mengalami kerugian sebesar Rp 298 juta. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP.

Petugas kepolisian yang mendapat laporan berhasil menangkap para pelakunya di Purworejo Jawa Tengah. Tetapi Asep terpaksa ditembak mati karena berusaha melarikan diri. Petugas juga mengamankan 1 pucuk senjata api jenis pistol berikut 5 butir peluru yang dibawa terdakwa yang didapat dari temannya di Demak sehingga dijerat lagi dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951 karena membawa senjata api tanpa izin. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
BAGI PENGGUNA DAN MITRA- Gojek Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual

MLATI (MERAPI) - Untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual perempuan dan anak, Gojek sebagai layanan mobile on demand melakukan edukasi anti

Close