BAGI PENGGUNA DAN MITRA- Gojek Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual


Alvita Chen, Senior Manager Corporate Affairs Gojek (2 dari kiri) saat memberi keterangan pers. (Merapi-Yusron Mustaqim)
Alvita Chen, Senior Manager Corporate Affairs Gojek (2 dari kiri) saat memberi keterangan pers. (Merapi-Yusron Mustaqim)

MLATI (MERAPI) – Untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual perempuan dan anak, Gojek sebagai layanan mobile on demand melakukan edukasi anti kekerasan untuk keselamatan pengguna dan mitra di Resto Kenes Jalan Magelang Mlati Sleman, Kamis (11/7). Hal ini dilakukan mengingat banyak pengguna maupun mitra dari kalangan perempuan dan anak.

“Gojek memiliki komitmen untuk menghadirkan ruang yang aman bagi seluruh pengguna. Tak hanya pengembangan fitur, karena ruang yang aman hanya bisa diwujudkan melalui edukasi yang bersifat preventif,” ujar Alvita Chen, Senior Manager Corporate Affairs Gojek kepada wartawan di sela-sela acara.

Sebagai wujud kepeduliannya, Gojek juga menggandeng Hollaback! Jakarta, organisasi nirlaba yang fokus mencegah dan menghentikan kekerasan seksual di ruang publik dengan pelatihan tatap muka. Hal ini akan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai kekerasan di ruang publik.

Bahkan Gojek sendiri siap mendampingi pengguna maupun mitra yang menjadi korban kekerasan baik saat perawatan medis atau penampingan hukum sampai pengadilan. “Hal itu sebagai bukti keseriusan kami dalam melindungi pengguna maupun mitra,” lanjut Alvita menjelaskan.

Sementara Co-Director Hollaback! Jakarta, Anindya Restuviani mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Gojek. Sebagai perusahaan penyedia layanan on-demand yang bermitra dengan jutaan masyarakat, kerjasama ini membawa angin segar bagi gerakan melawan kekerasan di ruang publik.

Melalui pelatihan, keamanan layanan Gojek semakin diperkuat karena mitra yang sudah mendapatkan pelatihan didorong membagikan pengetahuan yang mereka terima kepada rekan-rekannya maupun pengguna. Selain itu, peserta pelatihan juga mampu mengambil tindakan intervensi untuk kekerasan seksual di ruang publik.

“Pelatihan yang kami sampaikan menyesuaikan dengan keseharian mitra sehingga tepat sasaran, mudah dipahami dan mudah dijalankan. Mitra berkesempatan mengenal jenis-jenis kekerasan yang harus dihindari, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Selain itu, mitra juga dikenalkan dengan metode intervensi saksi sehingga menjadi agen penular budaya aman kepada masyarakat sekitar,” tegas Anindya. (C-5)


Read previous post:
PSIM Masih Berkandang di SSA

YOGYA (MERAPI) - PSIM Yogya dipastikan masih tetap melakoni pertandingan kandang di Stadion Sultan Agung Bantul dalam waktu dekat. Hal

Close