PSSI DIY Dorong Juara Liga 3 ke Nasional

Wakil Ketua Asprov PSSI DIY Wahyudi Kurniawan (kiri), Sekum Asprov PSSI DIY Armando Pribadi (tengah) dan Direktur Kompetisi Asprov PSSI DIY Ediyanto berfoto bersama. (MERAPI-BENI WIDYASWORO)

YOGYA (MERAPI) – Komitmen Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY untuk memajukan sepakbola DIY ke tingkat lebih tinggi ditunjukkan dengan melibatkan sejumlah sponsor nasional dalam gelaran kompetisi amatir Liga 3 regional DIY musim 2019 yang bakal diputar pada Jumat (12/7) besok. Tak hanya itu, PSSI DIY menjanjikan bahwa juara Liga 3 DIY akan didorong untuk bisa bersaing di tingkat nasional.

Menurut Wakil Ketua Asprov PSSI DIY, Wahyudi Kurniawan, sejumlah sponsor sudah menjalin kesepakatan dengan pihaknya untuk membantu gelaran kompetisi Liga 3 DIY musim ini. “Apa yang diberikan sponsor nantinya akan didapat oleh tim dalam berbagai bentuk. Selain itu, nantinya juara Liga 3 DIY juga kami dorong dalam hal pendanaan untuk maju ke tingkat nasional,” terangnya di Momumen PSSI, Yogya, Rabu (10/7).

Pada kompetisi Liga 3 DIY kali ini, hanya terdapat 8 klub dari total 13 klub yang tercatat sebagai klub amatir di DIY. Depalan klub tersebut meliputi Sleman United, UAD FC, JIF, HW UMY, Tunas Jogja, Rajawali Gunungkidul, Persikup Kulonprogo serta Protaba Bantul. Adapun 5 klub yang absen meliputi Gama FC, FC UNY, Persig Gunungkidul, Gelora Handayani serta juara bertahan tahun 2017 Satria Adikarta Kulonprogo.

Dikatakan Direktur Kompetisi Asprov PSSI DIY, Ediyanto, sosialisasi sudah dilakukan pihaknya sebelum penyelenggaraan untuk mengetahui ketentuan apa saja yang harus dipenuhi klub peserta. “Sebagian besar klub yang tidak ikut karena alasan finansial. Selain itu, regulasi usia pemain juga membuat klub kesulitan menyiapkan pemainnya,” katanya.

Meskipun tidak mengikuti kompetisi untuk tahun ini, Ediyanto mengungkapkan bahwa klub tidak mendapatkan sanksi langsung. “Sanksi diterima klub untuk tidak boleh mengikuti kompetisi jika tidak mengikuti kompetisi selama dua musim berturut. Pada tahun 2018 kan dianggap tidak ada kompetisi karena ada permasalahan di dalam pengurus. Jadi tim yang tahun ini tidak ikut, tahun depan masih diperbolehkan ikut,” ungkapnya.

Melalui kompetisi Liga 3, Ediyanto berharap talenta muda di DIY bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. “Kami berharap kompetisi berjalan kompetitif dan meriah. Jika nanti sudah ada juaranya, ya semoga benar-benar bisa mewakili DIY di tingkat nasional dengan kemampuan terbaiknya. Karena kalau sudah di level nasional persaingannya tentu akan lebih sengit,” imbuhnya. (Oro)

Read previous post:
Komunitas Kampoeng Dolanan Kenalkan Kembali Permainan Anak Tradisional

SEBAGAI upaya menanamkan kecintaan nilai-nilai luhur budaya bangsa kepada generasi muda, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menggelar internalisasi nilai

Close